Dilema Baru e-KTP

 229 total views,  4 views today

PALEMBANG, KS- Belumlah semua elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP), di distribusikan. Kini warga di Sumatera Selatan (Sumsel), sudah harus menghadapi dilema baru yakni larangan e-KTP untuk di fhoto copy.

Larangan ini disampaikan melalui surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Surat edaran bernomor 471.13/1826/SJ tertanggal 11 April 2013 itu, melarang e-KTP untuk di fhoto copy berulang-ulang karena bakal merusak chip yang berada e-KTP tersebut.

Kondisi ini, ternyata banyak membuat warga di kota empek-empek ini menjadi galau.  Warga juga ternyata banyak tidak tahu, ada larangan tersebut. Anehnya lagi,  lembaga pemerintahan di Kota Palembang juga tak tahu adanya larangan mem fhoto copy e-KTP berulang-ulang.

“Jujur, saya belum tahu itu. Saya baru tahu, dari media. Ini membuat kami bingung, dan tidak bisa mengantisipasinya. Sebab sudah banyak warga pemegang e-KTP di Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), sudah mem fhoto copy e-KTP miliknya,” keluh Camat AAL, Sulaiman Amin saat dihubungi Kabar Sumatera, Jumat (10/5).

“Sudah pasti banyak warga yang sudah mem fhoto copy e-KTP nya berulang-ulang untuk berbagai keperluan. Apalagi saat ini, semua instansi layanan publik baik negeri maupun swasta, pasti meminta fhoto copy e-KTP,” jelas Sulaiman.

Berbagai pelayanan publik, tidak hanya di Palembang di Indonesia juga, sampai saat mewajibkan ada lampiran fhoto copy e-KTP saat hendak memberikan pelayanan.“Hari ini saja, ada dua warga yang mengajukan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB). Mereka melampirkan fhoto copy e-KTP,” sebutnya.

Sementara itu, Rudi, warga  Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Lorok Pakjo, Palembang yang dibincangi Kabar Sumatera, mengaku sudah tahu ada larangan itu. Ia tahu adanya surat edaran Mendagri itu, dari berita di televisi.

“Untuk di Palembang, saya lihat belum ada sosialisasi. Saya yakin, banyak warga belum tahu. Saya juga bingung, dengan larangan itu karena e-KTP saya saja sudah berulang kali di fhoto copy. Kira-kira sudah rusak belum ya, kalau rusak bagaimana,” tanyanya.

Sementara itu Rahimi Tasha (26), salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Palembang mengaku belum tahu ada larangan itu. “Baru tahu kak, ini saja mau fhoto copy e-KTP. Memang tidak boleh ya. Terus, kalau la sudah bagaimana,” ungkapnya dengan penuh kebingungan.

Harusnya kata Tasha, pemerintah mensosialisasikan larangan itu. “Tidak semua orang nonton televisi atau baca koran, jadi mana tahu ada larangan itu. Harusnya ada sosialisasi sampai kelurahan. Kalau sudah begini, kan repot. Apa mau pemerintah, mengganti e-KTP yang sudah rusak ini,”ujarnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang, H Abdullah Farhan melalui Kepala Bidang (Kabid) Data dan Evaluasi, H Djunaidi dibincangi di tempat terpisah menyebut, surat edaran Mendagri itu dikeluarkan untuk menghindari kerusakan chip yang menyatu dalam e-KTP.

“Boleh di fhoto copy, tetapi jangan terlalu sering. Maksimal hanya dua kali. Karena dikuatirkan sinar leser dari mesin fhoto copy bisa merusak chip dalam e-KTP sehingga data kependudukan pemegang e-KTP tersebut tidak terbaca,” jelasnya.

Surat edaran itu ujarnya, adalah demi kebaikan bersama.”Kalau sering di fhoto copy fisik e-KTP bisa rusak, sehingga harus diganti baru. Padahal pembuatan e-KTP ini sangat mahal, kita juga belum tahu apakah kedepannya pembuatan e-KTP ini tetap gratis atau membayar,” tegasnya.

Agar fisik e-KTP tersebut tidak rusak, karena di fhoto copy berulang-ulang, Djunaidi memberikan solusi. “Caranya, fhoto copy e-KTP itu satu kali. Kemudian, hasil fhoto copy itu dijadikan master untuk di fhoto copy kembali jika ada keperluan,”sarannya.

Teks        : Alam Trie Putera

Editor    : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster