Banyak SKPD Tidak Cermat

 163 total views,  4 views today

KAYUAGUNG|KS- Masih banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir(OKI) yang kurang cermat dalam mengalokasikan penggunaan anggaran. Hal ini terungkap pada saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten OKI beberapa waktu lalu.

DPRD menilai, banyak SKPD yang kurang cermat dalam mengalokasikan penggunaan anggaran sehingga menyebabkan rendahnya Penyerapan pada Belanja Modal.

“Rendahanya penyerapan pada belanja modal, karena pola perencanaan anggaran kurang memperhatikan kesesuaian antara kebutuhan riel dan ketersediaan anggaran, serta keterbatasan waktu karena kesalahan penjadwalan maupun keterbatasan kinerja personalia di masing-masing SKPD,” Ujar Ketua Komisi I DPRD OKI, Marzuna.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, Optimalisasi belanja daerah, khususnya yang terkait dengan pembiayaan pelayanan public harus menjadi perhatian tersendiri.

Masih kata marzuna bahwa terdapat realisasi belanja yang tidak paralel, alokasi dana untuk sebuah kegiatan bisa mencakup komponen belanja langsung dengan mekanisme LS dan non LS. Jika pekerjaan belum selesai 100%, maka komponen biaya yang belum terealisasi mestinya paralel antara LS dan UP/GU/TU.

Walaupun demikian pihaknya menganggap ada beberapa SKPD untuk kegiatan tingkat realisasinya hampir semuanya mencapai 100%, sementara belanja barang dan jasa, serta belanja modal tidak mencapai target 60%.

Melihat dari fungsi distribusi anggaran, masih adanya alokasi yang besar pada belanja rutin aparatur namun realisasinya rendah dan mengakibatkan in-efektifitas anggaran, sebab mengurangi peluang belanja yang berorientasi pada pelayanan public. “Ini dapat mengindikasika lemahnya penegakan prinsip keadilan dan kepatutan dalam pelaksanaan APBD 2012,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD OKI, Jauhari mengatakan, ada beberapa SKPD yang kurang cermat diantaranya Badan Ketahanan Pangan (BKP) OKI, Tahun 2012 didukung dana anggaran sebesar Rp 4.307.015.550, realisasi Rp 3.454.520.311. Secara umum program kegiatan dapat dilaksanakan, tetapi untuk program kegiatan Sarana Lumbung Pangan dengan aggaran Rp 666.000.000 tidak terlaksana sama sekali atau realisasi 0%.

Sementara itu Wakil Bupati OKI Engga Dewata Zainal, menerima masukan yang disampaikan oleh DPRD OKI. “Kedepan SKPD harus lebih cermat dalam menyusun perencanaan alokasi anggaran, sehingga penyerapan anggaran lebih maksimal,” ujarnya.

TEKS            : EMIL HIDAYAT

EDITOR      : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster