Limbah Medis Harus Dimusnahkan

limbah-medis

Ilustrasi Limbah Medis | Foto : Net

PALEMBANG, KS – Limbah medis rumah sakit (RS) seperti sisa infus, jarum suntik, kain kasa, obat-obat kimia dan bahan- bahan sisa medis lainnya sisa operasi harus musnahkan secara khusus.

Karena limbah ini, menurut Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang, Novrian Fadilah,  termasuk dalam limbah berbau, beracun dan berbahaya (B3).

Limbah-limbah tersebut menurut Novrian, dalam pemusnahannya tidak boleh langsung dibuang seperti limba rumah tangga atau limbah lainnya. Namun limbah rumah sakit itu jelasnya,  harus dimusnahkan dengan cara dibakar untuk menghindari efek negatif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Jika masih ada RS yang membuang langsung limbah medisnya, tanpa proses insenator maka akan diberikan teguran. Bahkan dicabut izin operasionalnya, jika dilakukan terus menerus setelah mendapat teguran,” janji Novrian ketika dibincangi, kemarin di ruang kerjanya.

Proses insenator (pembakaran) ini juga kata dia, harus dilakukan dengan cara yang benar yakni dengan suhu 1000 derajat celcius bukan sekedar cukup persyaratan membakar limbah B3 saja.

“Sebab jika suhu pembakaran kurang dari ketentuan, maka hasil pembakaran limbah juga tidak bagus dan dampak pencemaran udara juga masih cukup mengganggu polusi udara,”katanya.

Masih kata Novrian, sejauh ini setiap RS yang ada di Palembang telah menerapkan sistem pembuangan limbah cukup baik walaupun tidak semua RS memiliki fasilitas insenator.  Baru lima RS besar dari 20 lebih RS di Palembang sebutnya, yang memiliki insenator. Sementara RS lainnya, memusnahkan limbah medis ini bekerjasama dengan rumah sakit yang miliki insenator.

“Biasanya RS yang belum memiliki insenator, memusnahkan limbah medisnya di RS yang telah memiliki alat. Karena untuk pengadaan insenator, memang cukup mahal,” bebernya.

Lebih jauh Novrian menjelaskan, bahaya dari pembuangan limbah medis dengan cara tidak benar bisa menimbulkan dampak negatif baik dampak secara langsung maupun tidak langsung. Dampak langsungnya, seperti penularan penyakit bagi orang lain karena kontak langsung sisa alat medis.

Selain itu, bisa juga menyebabkan anpal (tidak sadarkan diri), jika konsentarasi bahan kimia dari limbah rumah sakit yang buang cukup tinggi. Sementara dampak jangka panjang, bisa berupa bahaya adanya penularan penyakit jenis lain karena adanya mutasi gen.

“ Namanya juga limbah pasti selalu ada dampak buruk, jika tidak dikelolah dengan baik. Karenanya kita harapkan semua RS, sadar betul dan menerapkan standarisasi kebersihan yang baik sesuai dengan ketentuan BLH dan instansi lain yang berkaitan dengan kesehatan,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com