Larangan e-KTP di Fhoto Copy, Warga Dibuat Bingung

PALEMBANG, KS- Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), mengeluarkan surat edaran Nomor 471.13/1826/SJ tertanggal 11 April 2013. Isinya melarang elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) untuk di fhoto copy berulang-ulang karena bakal merusak chip yang berada e-KTP tersebut.

Surat edaran tersebut,  ternyata masih banyak belum diketahui warga Palembang. Warga pun, kebingunan dengan kebijakan tersebut karena sudah terlanjur beberapa kali mem fhoto copy e-KTP miliknya.

“Belum tahu, kak. Kalau benar, aneh juga. Masa e-KTP tidak boleh di fhoto copy, ini sama menyusahkan masyarakat,” keluh Anton (25), warga Jalan Ki Merogan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang ini ketika dibincangi, Kamis (9/5).

Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) menyebut, e-KTP nya saja sudah beberapa kali di fhoto copy untuk berbagai keperluan. Ia yakin, banyak warga Palembang juga sudah melakukan serupa seperti yang ia lakukan.

Sebab kata Anton, untuk lulusan administrasi misalnya di bank di wajibkan untuk mem fhoto copy e-KTP. Begitu saat hendak melamar pekerjaan, juga diwajibkan untuk mem fhoto copy KTP.

Keluhan yang sama disampaikan Mina, warga Kelurahan Kemang Agung, Kertapati.  Ibu dua orang anak ini, kebingungan saat ditanya surat edaran Kemendagri tersebut. “Jujur, saya belum tahu. Kok tidak boleh, kalau tidak boleh bagaimana untuk urusan yang butuh fhoto copy e-KTP,” tanyanya.

Surat edaran Kemendagri itu menurutnya, sama saja mempersulit masyarakat bukan menguntungkan. “Kami kan sering menggunakan layanan berobat gratis dari pemerintah, salah satu syarat untuk berobat tersebut adalah foto copy e-KTP,”ungkapnya.

Sebagai informasi, Dirjen Administarasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman menyebut, surat edaran itu dikeluarkan agar agar e-KTP tidak mudah rusak dan fungsinya tidak berubah.

“Begitu difotocopy kegunaannya e-KTP tidak ada lagi. Karena sama aja kayak KTP lama, chipnya tidak terbaca. Karena kalau di fotocopy chipnya sudah tak berguna lagi,” kata Irman saat jumpa pers di Kemendagri, Jl Veteran, Jakpus, Rabu (8/5) lalu seperti dikutip detik.com.

Di dalam surat edaran, Imran mengatakan, ada instruksi agar di setiap jajaran pemerintah menggunakan card reader supaya fungsi e-KTP berjalan. Tak perlu lagi ada budaya fotocopy KTP dalam urusan administrasi. “Bukan mudah rusak. Kita mencegah adanya kerusakan,” terangnya.

Imran pun memberikan solusi agar e-KTP tak rusak. Cukup satu kali saja dikopi, setelah itu kopiannya yang diperbanyak. Bukan dari kartunya. “Jadi tidak boleh di foto copy bukan karena chipnya rendah, kalau di foto copy fungsi e-KTP nggak ada. Kalau di foto copy, nggak ada bedanya sama KTP biasa,” tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putera

Editor : Dicky Wahyudi

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com