Kenapa Kita Butuh Tuhan ?

 418 total views,  4 views today

Pada sebuah catatan George Bush (mantan Presiden AS) sang Atheis ketika menonton  MLS (Mayor League Soccer) begitu  melihat bola yang sejatinya bisa masuk ke gawang, dan tiba-tiba meleset, sontak dia bilang : “Oh My God!!”, katanya. Bukan hanya George Bush, kita saja, begitu melihat kecelakaan tragis, atau musibah apapun bentuknya yang berujung kepada kematian; ruh ini secara authomatis mengucap : Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Artinya bahwa kita ini dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Jadi kenapa kita butuh Tuhan ?

===========================================================

Dr. Zailani, sebagai hamba Allah yang seorang dokter spesialis kandungan saat dihubungi Kabar Sumatera (8/5) di ruang kerjanya, menyatakan betapa pentingnya mendasarkan setiap hidup dan mati ini hanya kepada Tuhan. Zailani mengaku semakin menemukan Allah SWT sebagai Tuhan satu-satunya setelah banyak membaca al-quran. Melalui al-quran Zailani semakin menemukan kebenaran yang hakiki atas keyakinannya melalui dunia kedokteran yang digelutinya.

“Di dalam dunia kedokteran, hal-hal yang di luar kemampuan manusia tidak mendukung dalam suatu proses yang terjadi di kedokteran. Namun ilmu yang ada di kedokteran itu semuanya bertasal dari al-Qur’an. Karena, banyak yang terkandung di dalam al-Qur’an menjadi pedoman bagi kedokteran untuk dikaji dan dikaji. Al-hamdulillah semua yang ada di dalam al-Qur’an tidak bertenmtangan dengan apa yang telah dikaji oleh ilmu kedokteran. Salah satunya adalah proses asal usul manusia di dunia ini”, katanya.

Melalui ilmu kedokteran tersebut, masih kata Zailani,  bahwas semakin kita pandai mengenal diri, maka akan lebih bisa mengenal siapa Tuhannya. Dijelaskannya, bagaimana di dalam al-qur’an ada beberapa proses terjadinya manusia, antara lain adalah adanya nutfah. Alaqah, Mudghah, Izam dan Lahm, Nasy’ah Khalqan Akhar dan Nafkhur-Ruh. Dan semuanya itu sama yang terjadi di dunia ilmu kedokteran.

“Kata nutfah yang mengatakan bahwa bercampurnya sprema dan sel telur. Di dunia kedokteran itu memang ada. Ketika sperma (yang jutaan banyaknya) masuk, maka ada yang sedikit bertemu dengan sel telur. Proses nutfah itu, di mana sel telur menjemput (bukan menunggu) dan sperma mencar sel telur tersebut. Dan ketika bertemu mereka menyatu. Jadi, kejadian itu sama dengan apa yang ada di dalam al-Qur’an”, terangnya.

Serlanjutnya kata Zailani, alaqah di dalam al-Qur’an di katakan sebagai segumpal darah. Tapi di dunia kedokteran makna itu diterjemahkan secara ilmu kedokteran yang hasilnya tidak akan menyimpang (proses) dari al-Qur’an. Alaqah secara bahasa mempunyai arti sesuatu yang mengambang atau menempel, sedangkan pada „alaqah ini embrio berbentuk segumpal darah .

“Alaqah merupakan bahan dasar bayi yang berupa sel tunggal, dalam istilah biologi sel ini disebut zigot. Artinya,  Pembuahan pertemuan antara sprema dengan ovum (sel telur) kemudian berkembang dlm beberapa tahab menjadi embrio (bakal) dan menjadi cabang bayi (vetus).

Dalam proses pembuahan, ada tiga unsur embrio tersebut. Dan proses mereka itu berbarengan. Pertama adalah Ectoderem, dimana unsur ini akan menjadi sesuatu di luar manusia. Di mana unsur ini akan menghasilkan tulang, rambut kuku dan lain sebagainya. Kedua adalah misoderem, yaitu akan menghasilkan otot dan jaringan pengikat. Ketiga adalah Endoderem yang menghasilkan alat-alat di dalam tubuh manusia, yaitu hati, ginjal, jantung dan lain sebagainya” tambahnya.

Dan untuk perkembangan lanjut, darah mula mengalir dengan lebih banyak lagi membekalkan oksigen dan makanan yang secukupnya. Menjelang tujuh minggu sistem pernafasan bayi mula berfungsi sendiri. Sebelum menjadi jantung, bentuk awalnya adalah pipa, semakin besar bentuk sesuatu itu maka akan mengecil yang sering kita sebut dengan jantung.

“Pembentukan manusia itu akan nampak setelah proses penyatuan antara ektoderem, simoderem dan endoderem di dalam rahim wanita. Yang di dalam dunia Islam adanya Alaqah, Mudghah, Izam dan Lahm, Nasy’ah Khalqan Akhar. Akhirnya masuk dalam NAFKHUR-RUH : Yaitu peringkat peniupan roh. Para ulama Islam menyatakan kapan roh ditiupkan ke dalam jasad yang sedang berkembang? Mereka hanya sepakat mengatakan peniupan roh ini berlaku selepas empat puluh hari dan selepas terbentuknya organ-organ tubuh termasuklah organ seks. Nilai kehidupan mereka telah pun bermula sejak di alam rahim lagi. Ketika di alam rahim perkembangan mereka bukanlah proses perkembangan fizikal semata-mata tetapi telahpun mempunyai hubungan dengan Allah s.w.t melalui ikatan kesaksian sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di dalam al-Quran surah al-A’raf : 172. Dengan ini entiti roh dan jasad saling bantu membantu untuk meningkatkan martabat dan kejadian insan disisi Allah S.W.T” jelasnya.

Sementara itu, tentang kecenderungan pengakuan manusia atas Tuhannya, Drs. Abu Hanifa, M.Ed kepada KS menjelaskan bahwa ada sesuatu yang menarik untuk dikaji dimana proses pengakuan manusia itu terjadi pada minggu ketiga, dimana proses pelepasan nutfah menajdi alaqah yang semuanya masuk dalam minggu ketiga di dalam rahim.

“Disinilah proses perdialokan antara manusia dan Tuhan, dan itu didukung oleh dunia kedokteran yang bertepatan penempelan gelembung atau sesuatu (kumpulan sprema dan sel telur yang sudah menjadi satu) di dalam kandungan rahim wanita. Sebagaimana diketahui bahwa di dalam ayat 172 surah al-A’raf yang mengatakan adanya perdialokan antara manusia dengan Tuhannya di dalam rahim. Itulah proses, dimana manusia sedang berjanji dengan Tuhan untuk hidup didunia. Selanjutnya masuk proses Mudghah yaitu berubahnya alaqah menjadi daging, dan itu berlaku di minggu keempat (baca surat al-Hajj ayat 5 dan al-Mukminum ayat 14)” katanya.

 

Prof.Dr. Erry Hayatullah al-Rasyid, penggagas teori Authopoesis  saat dihubungi oleh Kabar Sumatera, pada sebuah Pengajian Revivalis Islamic Community (RIC)  (8/5), menjelaskan bahwa setiap manusia pasti naluri dasarnya sangat membutuhkan Tuhan. Berlari sejauh-jauhnya dari Tuhan, siapapun dia, kelak pada kesadaran puncak pasti sinyal keilahiyahan itu akan menyala-nyala.

“Kesadaran bertuhan bagi manusia itu adalah bersifat otomatis. Siapapun dia manusianya. Bahkan bukan hanya manusia, semua makhluk hidup punya kecenderungan bertuhan. Dari semua kitab suci semua agama juga menjelaskan perihal mengapa manusia perlu Tuhan. Di dasari oleh berbagai macam dalil-dalil yang sudah dibuktikan selama berabad-abad oleh para penganut masing-masing agama. itupun masih banyak yang menyangkal keberadaan Tuhan, hingga suatu saat si atheis terpojok, dan terancam maut, barulah dia menyeru dan meminta pertolongan kepada Tuhan. Sebagaimana Firaun menyeru kepada tuhan pada waktu akan mati tenggelam dan mayatnya sekarang menjadi saksi bisu atas kejadian tersebut”, katanya.

Khususnya di negara-negara barat, saat ini faham atheis sedang berkembang pesat. Mereka menolak keberadaan Tuhan bahkan ada beberapa yang malah mencaci maki Tuhan. Itulah Firaun-Firaun jaman sekarang yang lebih suka bertindak sesuka hatinya, tidak ada larangan apapun dan menolak kewajiban apapun.

Teks       : Ahmad Maulana

Editor    : Mustaqiem Eska





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster