Di Agen pun Gas Elpiji Susah Didapat

PALEMBANG, KS- Kelangkaan elpiji tabung 3 kilogram (Kg) di Palembang, sampai saat ini masih terus terjadi. Elpiji yang mayoritas dipakai kalangan rumah tangga itu, tidak hanya susah didapatkan di pengecer tetapi juga sampai ke tingkat agen.

Keluhan ini disampaikan sejumlah warga di Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang yang dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (9/4) saat extra dropping yang dilakukan PT Pertamina di Kecamatan SU (SU) I, Palembang.

“Cari elpiji 3 Kg ini, susahnya minta ampun. Kalaupun ada, harganya tinggi yakni dari Rp17 ribu-Rp20 ribu per tabung, tergantung stok elpiji di pengecer,” keluh Maimunah (46), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lr Majapahit, Kecamatan SU I, Palembang ini saat antri mendapatkan extra dropping elpiji 3 Kg.

Ia menjelaskan, jika pengecer memiliki stok elpiji sekitar 20 tabung maka harganya bisa Rp17 ribu per tabung. Namun jika pengecer hanya memiliki stok sedikit, maka harganya bisa mencapai Rp20 ribu pertabung.

Namun sambungnya, saat agen mendapat dropping dari Pertamina biasanya tidak lebih sampai 30 menit sudah habis karena banyak warga dan pengecer yang mengantri.  Akibatnya banyak warga, yang tidak kebagian. “Kami tidak tahu apa masalahnya, sehingga elpiji 3 Kg ini susah sekali didapat. Sebagai warga, saya berharap tidak ada kelangkaan,” pintanya.

Hal senada dikatakan Ucha. Ia menyebut, sudah satu bulan terakhir kesulitan mendapatkan elpiji tabung 3 Kg. “Saya harus mencari kemana-mana, tidak hanya di warung bahkan di agen pun sulit mendapatkannya,” aku Ucha.

Sementara Adil Akbar, salah satu pengecer elpiji di kawasan Kertapati mengaku, jatah elpiji yang dikirim dari agen dikurangi sehingga ia sering kesulitan memenuhi kebutuhan elpiji 3 Kg bagi pelanggannya.

pedagang pengecer LPG Aidil Akbar mengatakan, kami meminta pasokan gas LPG jangan sampai dikurangi. Kalaupun ada keterlambatan pendistribusian, harus segera diatasi agar warga tidak semakin panik.

“Banyak warga yang sering bertanya, ada elpiji 3 Kg atau tidak. Kadang ada, namun sering lah kosong stoknya dibandingkan ada. Sebenarnya kita kasihan juga, namun bagaimana lagi. Jatah saya saja, dari agen dikurangi,”sebutnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang, Yustianus ketika dimintai komentarnya mengatakan, wali kota sudah memerintahkan Disperindagkop memantau agen dan pangkalan elpiji untuk mencari tahu penyebab kelangkaan tersebut apakah disebabkan adanya penimbunan atau tidak.

“Kami sudah memantaunya, hasilnya tidak ada penimbunan. Memang kebanyakan agen maupun pangkalan kehabisan stok elpiji, Kami juga sudah meminta Pertamina, untuk mengatasi persoalan ini,” imbuhnya.

Sebelumnya Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra mendesak PT Pertamina, untuk segera mengatasi kelangkaan elpiji 3 Kg tersebut karena sudah meresahkan warga.  “Harusnya tidak terjadi kelangkaan elpiji 3 Kg di Palembang, sebab di Pulau Layang, Plaju ada pusat pengalengan elpiji,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putera

Editor  : Dicky Wahyudi

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com