SPBU Timbun BBM Bersubsidi

 317 total views,  2 views today

SPBU-1

Oknum Penimbun BBM Bersubsidi | Foto : Oscar

PALEMBANG, KS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), baik jenis Premium maupun Solar akibat diduga ada permainan pihak SPBU sendiri nampaknya bukan isapan jempol belaka.

Hal itu terkuat dari tertangkapnya Agnes Kristiani (30) dan adik iparnya  Yosep kurniawan (25), yang keduanya warga Jalan Kapten Abdulah Nomer 23 kelurahan talang putri, Kecamatan Plaju,  yang telah menimbun BBM, oleh Dektorat kriminal khusus (Krimsus) Polda Sumsel.

BBM yang ditimbun bersumber dari SPBU 24.302.95  terletak di Jalan Kapten Abdulah, milik Yosep Rahmat (70),  yang merupakan ayah kandung tersangka Agnes Kristiani.

Dalam penggrebekan tersebut petugas mengamankan 57 drigen BBM bersubsidi  Jenis premiun, sebanyak  1.710 liter, yang rencananya akan dijual kembali ke kawasan Maryana, Banyuasin.

Informasi yang didapat, terungkapnya penimbunan BBM bersubsidi berawal dari informasi warga bahwa seringkali warga membeli BBM di SPBU tersebut selalu cepat habis.

Mendapat laporan, petugas yang langsung dipimpin oleh Kanit III, Subdit IV,  Tindak Pidana Tertentu (Tripiter) Polda Sumsel,  Kompol Edi Haka melakukan penyelidikan hingga  pengerebekan dikediaman Agnes Kristiani yang berlokasi persis di Samping SPBU 24.302.95.

Saat dilakukan pengeledahan, petugas menemukan 19 derigen yang berisikan BBM bersubsidi di dalam mobil Kijang Minibus Nopol BG 1504 MZ yang akan dibawa ke Maryana Banyuasin.

Selain itu petugas juga mendapatkan 38 derigen yang berisi BBM Premium di dalam rumah dan gudang tersangka. Barang bukti  dan kedua tersangka langsung di giring ke Mapolda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dir Ditres krimsus Polda Sumsel Kombes Pol Raja Hariono, melalui Kanit II, Subdit IV, Tripiter Kompol Tito Dani, Selasa (8/5), mengatakan, terungkapnya penimbunan BBM bersubsidi dan yang hendak di jual kembali terungkap dari keluhan dan informasi warga, yang sebelumnya pihaknya telah melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

“Memang pelaku telah masuk target oprasi (TO) kita, dan berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan anggota,  tersangka memang telah tiga kali melakukan menimbun BBM bersubsidi jenis premium ini, dan kemudian dijualnya ke Maryana Banyuasi,” kata Tito.

Ditambahkanya, kedua pelaku ini mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU yang merupakan milik ayah kandungnya sendiri. BBM lalu di timbun dan dijual dengan harga yang berbeda dari harga BBM di SPBU.

“Ini jelas melanggar. Jika memang nanti  berdasarkan pemeriksaan  dari kedua tersangka ini SPBU ikut  terlibat maka akan juga ditindak dan kita proses. Kita juga telah melaporkan kejadian ini kepada PT Pertamina, karena memang ada indikasi dari pihak SPBU memberikan peluang, dan kita laporkan karena telah tiga kali mereka melakukan hal ini.  Kemungkinan SPBU itu akan ditutup, karena selain itu masyarakat juga banyak yang protes sebab  saat warga masyarat membeli bahan bakar di SPBU tersebut cepat habis,” ujarnya.

Lanjut Tito, atas perbuatan tersebut, kedua tersangka telah menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah. “Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 Undang Undang RI Nomer 22 Tahun 2001, tentang Migas di pidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun,” tegasnya.

Sementara, Agnes Kristiani, saat diperiksa di Mapolda Sumsel tidak dapat berkata banyak, sambil tertunduk dihadapan petugas dirinya  mengakui akan perbuatanya. “Bensin tersebut di pompa dari SPBU dan dikumpulkan dirumah kemudian diangkut ke Maryana untuk dijual kembali seharga Rp.  4.900 perliternya,” tutur Agnes.

Teks/foto   : Oscar Ryzal

Editor         : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster