Guru Honorer Terbanyak tak Lulus

 189 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Dari 1.665 berkas tenaga honorer yang masuk kategori dua (K2), sebanyak 80 berkas dinyatakan tak lulus alias digugurkan untuk masuk proses seleksi tahapan selanjutnya untuk mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Dari 80 tenaga honorer itu, menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang, Agus Kelana, terbanyak dari guru honorer. Ada 77 guru honorer yang tidak lolos seleksi, sisanya dari tenaga teknis.

Mereka jelas Agus tidak bisa mengikuti seleksi selanjutnya, dikarenakan beberapa faktor yakni pengisian data yang salah. Ada juga beberapa diantaranya yang mengundurkan diri.

“Ini hasil evaluasi Inspektorat Kota Palembang. Ada beberapa berkas yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, namun ada juga yang mengundurkan diri karena terbukti titipan pejabat,” kata Agus ketika dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (7/5).

Menurut Agus, hasil evaluasi inilah yang dicek langsung oleh inspektorat di lapangan. Adapun yang dicek adalah bukti surat pengangkatan dari instansi terkait.

“Honorer yang masuk kategori K2, adalah mereka yang sudah tercatat sebagai tenaga honor dibawah tahun 2005. Dimana gaji atau penghasilannya bersumber dari non anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD),” jelasnya.

BKD sambung Agus, sebelumnya sudah mengajukan sebanyak 1.665 tenaga honorer yang masuk kategori K2 untuk masuk tahapan verifikasi dan uji publik. Selama uji publik, itulah ada 80 tenaga honorer yang dinyatakan gugur.

Sisanya dinyatakan lulus uji verifikasi, sehingga boleh mengikuti tahap tes selanjutnya, yakni tes tertulis. Tes tertulis akan dilaksanakan Juni-Juli mendatang. “Bagi yang sudah dinyatakan lulus, kita minta untuk bersiap,” katanya

Sementara itu pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Ucok Hidayat merincikan, dari 1.665 honorer yang lulus 504 orang adalah guru SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), 137 honorer guru SMP/MTs, 29 guru honorer SMA, 29 guru honorer SMK dan enam guru honorer TK.

“Kemudian 44 orang perawat, 11 orang bidan, delapan pranata laboratorium dan sisanya dari berbagai bidang yang telah bekerja setahun per 31 Desember 2005,” tukasnya.

Teks        : Alam Trie Putra

Editor    : Dicky Wahyudi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster