Alex “Kalah” Dari Deru

 257 total views,  2 views today

alex-vs-hermman-deru

Alex Noerdin & Herman Deru | Foto : Dok KS

PALEMBANG, KS-Harta kekayaan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Sumatera Selatan (Sumsel), kembali di verifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kemarin (7/5), giliran harta kekayaan Cagub Alex Noerdin dan Herman Deru yang di verifikasi laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKP) nya.

Sebelumnya KPK, sudah memverifikasi LHKPN Cagub Eddy Santana Putra, Cawagub Ishak Mekki dan Maphilnda Syahrial Oesman. Pantauan Kabar Sumatera, KPK sendiri menurunkan dua tim untuk memverifikasi LHKPN dua cagub tersebut.

Verifikasi sendiri dilakukan di kediaman masing-masing. Alex Noerdin di verifikasi LHKPN nya di rumahnya di Jalan Merdeka, Kelurahan Talang Semut. Sedangkan Herman Deru di verifikasi di kediamannya di Jalan Taman Kenten. Verifikas itu, dilakukan sejak pukul 09.00 WIB-12.00 WIB.

Hasilnya, harta kekayaan keduanya terbilang tinggi. Namun harta kekayaan Alex, masih kalah dibandingkan dengan kekayaan Herman Deru. Kekayaan Gubernur Sumsel itu, setelah di verifikasi mencapai Rp 25,9 miliar atau naik sekitar Rp 5 miliar dari laporan sebelumnya pada 7 Maret 2013 sebesar Rp20,5 miliar.

Sementara kekayaan Bupati OKU Timur itu, mencapai Rp29 miliar atau naik Rp5 miliar, dari LHKPN yang dilaporkan sebelumnya yang mencapai Rp24 miliar. Kekayaan kedua cagub ini, masih lebih tinggi jika dibandingkan kekayaan Cagub Eddy Santana Putra yang telah di verifikasi, Senin (6/5) lalu yakni Rp11,9 miliar. Begitu juga dengan kekayaan Cawagub Ishak Mekki Rp12,4 miliar, atau Maphilinda Rp15,1 milyar lebih.

“Memang ada kenaikan jika dibanding total harta kekayaan yang dilaporkan sebelumnya, kenaikan ini dikarenakan ada beberapa bidang tanah yang waktu itu belum disertifikat dan belum dicatat, sekarang tanah itu sudah disertifikat jadi sudah di catatkan,” terang Alex.

Cagub Sumsel nomor urut 4 ini menjelaskan, kenaikan jumlah harta kekayaan itu berupa harta tidak bergerak Rp2,6 miliar, kenaikan simpanan kas dan bank Rp2,3 miliar dan kepemilikan polis asuransi Rp400 juta.

“Bagi saya apa adanya saja, ini (verifikasi harta) sudah yang kelima kalinya, sebelumnya pernah saat jadi Bupati Muba, Gubernur Sumsel dan waktu di DKI juga pernah di verifikasi,” ungkapnya.

Dibincangi terpisah, Cagub Sumsel nomor urut 3, Herman Deru menyebut total harta kekayaan miliknya Rp29 miliar. Jumlah ini menurutnya, meningkat jika dibandingkan LHKPN yang telah dilaporkan sebelumnya.

“Ada peningkatan, dari Rp24 miliar menjadi Rp29 miliar. Peningkatan ini, karena harga tanah milik saya yang naik. Saya berutung, harga tanah naik sehingga total harta kekayaan juga ikut naik,” kata Deru dengan sedikit bercanda.

Ia juga menyebut, nilai kekayaannya itu dominan dari tanah. Sejumlah tanah menurutnya, dimilikinya. Luasanya beragam, ada yang tiga hektar dan ada yang satu hektar. Tidak hanya dari tanah, kekayaannya tersebut juga berbagai jenis seperti kendaraan, rumah, tabungan, perhiasan dan lainnya.

Deru mengaku, ia memiliki tabungan. Namun berapa nilanya, tidak disebutkannya. Tabungan itu menurutnya, adalah gaji nya sebagai bupati yang tidak pernah dipakai. Sedangkan kendaraan pribadi, Deru mengaku hanya memiliki satu kendaraan. “Untuk apa banyak-banyak, cukup satu. Kalau yang punya Percha, LHKPN nya terpisah. Ia sudah punya LHKPN sendiri,” sebutnya.

Dari mana semua harta kekayaan itu didapatkan ?, ia mengatakan semua harta kekayaannya itu didapatkan dari hasil usaha. Sejak lama ia tegas Deru, berwiraswasta.  “Semuanya saya dapatkan dari usaha, saya ini kan orang swasta dulunya. Sampai saat ini saja, usaha saya masih jalan walaupun bukan saya yang menjalankannya seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU),” imbuhnya.

Ketua tim verifikasi dan klarifikasi KPK, Adlinsyah Nasution menambahkan, verifikasi tersebut adalah verifikasi terakhir yang mereka lakukan di Palembang. “Ini hari terakhir kita di Palembang, selanjutnya besok (hari ini,red) kita akan melanjutkan verifikasi harta kekayaan calon lainnya, Iskandar Hasan, Hafisz Tohir dan Wiwiet Tatung di Jakarta,” terangnya.

Ia mengungkapkan, setelah verifikasi harta kekayaan selesai, selanjutnya pihaknya akan melakukan cek fisik ke lapangan, masing – masing harta kekayaan yang sudah dilaporkan. “Ini baru verifikasi dan klarifikasi harta kekayaan sesuai yang dilaporkan,” tukasnya.

Teks      : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster