Workshop Sukses Jadi Pemimpin

 253 total views,  2 views today

ikadi

Workshop Trainer for Trainer Sabtu- Minggu, (4-5/5) di Selero Hotel Swarna Dwipa Palembang | Foto : Dok KS

PALEMBANG.KS–  Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) Wilayah Sumatera Selatan mengadakan Workshop Trainer for Trainer Sabtu- Minggu, (4-5/5) di Selero Hotel Swarna Dwipa Palembang dengan Judul’ Sukses memimpin Dengan Hati’. Pelatihan ini diisi oleh Direktur Sinergy Leadership Centre Yogyakarta Drs Basuki.AR, M.Si

Kata Muhammad Taufiq, Ketua IKADI Kota Palembang mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan kecerahan bagi peserta pada acara workshop ini.

“Kita mengharapkan dengan adanya kegiatan ini akan menambah pencerahan dan rahmat bagi para peserta dan khususnya bagi umat Islam di dunia. Ini semua sesuai dengan Pasal 5 yang berbunyi bahwa IKADI  adalah Organisasi Kemasyarakatan yang bertujuan untuk mewadahi aktivitas para da’i dalam mendayagunakan potensinya untuk kemaslahatan umat dan bangsa melalui aktifitas dakwah Islamiyah yang membawa rahmat,” jelasnya.
Taufiq berujar, dengan adanya acara ini dapat memberikan gambaran kepada individual maupun kelompok tentang memimpin dengan hati. Di samping itu dakwah yang disampaikan dapat diterima di tengah masyarakat.

“Dengan bergulirnya kesadaran baru ditengah-tengah masyarakat Indonesia akan pentingnya Islam dijadikan solusi kehidupan, diperlukan banyak tenaga yang berada dalam satu shaff dengan visi yang sama untuk mensosialisaikan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat di tengah-tengah mereka. Ini penting dilakukan agar ajaran Islam diterima secara benar oleh masyarakat dan tidak memunculkan image negatif yang bisa menghambat laju perjalanan dakwah,” ungkapnya.

Menurut Drs Basuki AR, MSi sebagai pemateri workshop mengatakan bahwa yang akan disampaikan adalah masalah Hakekat Manusia, Simpul Permasalahan Manusia, Mengenal Sang Pencipta dan adanya Penyucian Jiwa.

“Dalam penyampaian ini yang saya tekankan adalah pendekatran agama, bukan membahas masalah aliran atau golongan tapi kegiatan ini untuk menyampaikan kebaikan yang tidak perlu disembunyikan. Semua agama mengajarkan kebaikan kepada agamanya, rahmatan lil’alami,” terangnya.

Sebut Basuki, bahwa banyak kejadian di dunia ini dilakukan oleh mereka yang tidak melakukan dengan hati, tapi dengan hawa nafsu. Banyak yang melakukan kejahatan, korupsi bahkan hal-hal yang dilarang agama di luar batas agamanya. Artinya, mereka beragama, tapi mereka melakukan kejahatan itu. Inilah lima tipe yang dimiliki oleh manusia

Ada lima tipe yang dimiliki oleh manusia, Pertama, Manusia Wajib. Manusia ini kehadirannya sangat diharapkan oleh semua orang, bila dia tidak ada maka orang merasa kehilangan. Kedua, Manusia Sunnah adalah dia diharapkan oleh semua orang, tapi bila tidak ada dirinbya dilingkungan masyarakat oirang tidak mertasdakan apa-apa. Artinya biasa-biasa saja.

Ketiga, Manusia Mubah adalah manusia yang biasa-biasa saja dan ketidak hadirannya biasa-biasa saja. Keempat, Manusia Makruh adalah manusia yang kehadirannya menjadi masalah dan ketidak hadirannya biasa-biasa saja.contohnya adalah orang yang biang gosip. Sebenarnya tidak perlu ada.

Kelima, Manusia Haram yaitu manusia yang kehadirannya sangat membikin masalah dan ketidak hadirannya sangat disyukuri oleh semua orang.”

Untuk diketahui bahwa tujuan kegiatan IKADI ini adalah: Pertama, Mensosialisakan sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.

Kedua, menyelenggarakan komunikasi dan silaturrahim serta kerjasama dengan berbagai kalangan, baik perseorangan, lembaga, perhimpunan, pemerintah maupun swasta dalam bingkai ukhuwah Islamiyah dan persaudaran bangsa. Ketiga, berperan aktif dalam kegiatan pengembangan pendidikan dan kualitas sumberdaya manusia dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa, khususnya ummat Islam.

Keempat, melakukan pembinaan para da’i secara berkala dan meningkatkan mutu para anggotanya melalui kordinasi dan konsolidasi. Kelima, menyelenggarakan berbagai kegiatan pemikiran, penelitian dan pengkajian yang inovatif, strategis dan antisipatif serta berupaya merumuskan dan memecahkan berbagai masalah strategis lokal, regional, nasional dan global.

“Keenam, membina dan mengarahkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat Islami, melalui kegiatan-kegiatan dakwah Islaminyah yang rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

 

TEKS/FOTO   : AHMAD MAULANA

EDITOR            : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster