PDAM Merugi Rp377 juta

 256 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Pencurian air, masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum bisa dituntaskan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi. Dari pencurian air ini setiap tahunnya, PDAM merugi mencapai Rp377 juta.

“Data kita, di 2012 ada  3.313 sambungan liar. Dari pencurian air ini, dengan asumsi harga air per satu kubiknya Rp3.800 maka kerugian yang harus kita tanggung pertahun mencapai Rp377.682.000,” jelas Direktur Teknik PDAM Tirta Musi, Stephanus ketika dibincangi, kemarin.

Tingginya pencurian air ini kata Stephanus, bisa dilihat dari produksi air yang dikeluarkan tidak sesuai dengan jumlah penggunaan air dari pelanggan. Namun menurutnya, pencurian air itu masih rendah jika dibandingkan dengan jumlah pelanggan PDAM. “Secara persentase jika dibandingkan dengan jumlah pelanggan, pencurian air ini hanya 2,5 persen,” klaimnya.

Ia menjelaskan, PDAM Tirta Musi kesulitan menekan tingkat kebocoran air bersih disebabkan banyak masyarakat tidak peduli keadministrasian dalam mendapatkan air bersih.

Di lapangan sebutnya, masyarakat beralasan melakukan pencurian air bersih tersebut dengan alasan tidak punya uang atau tidak mampu menjadi pelanggan aktif. Karenanya sebut dia, penertiban sambungan liar semakin di intensifkan oleh PDAM.

Tak hanya pencurian air, PDAM juga mengeluhkan banyak pelanggan yang sering telat bahkan menunggak membayar tagihan rekening air bersihnya perbulan. Padahal menurut Stephanus, dari tagihan itulah PDAM bisa memperlancar operasional termasuk perbaikan pelayanan misalnya memperbaiki kebocoran pipa, dan lainnya.

“Karenanya kita tidak memberikan toleransi, kepada pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan rekening air bersihnya sampai tiga bulan. Jika ada, kita putuskan sambungan airnya,” bebernya.

Penghematan sambungnya, juga dilakukan oleh PDAM untuk menekan kerugian. Diantaranya menekan operasional penggunaan listrik . Apalagi listrik yang dibeli PLN untuk menggerakkan mesin pengelola air,  adalah tarif listrik untuk  industri. Padahal klasifikasi pelanggan PDAM sendiri, 90 persennya adalah rumah tangga.

Selain itu ujarnya, kinerja pegawai juga di optimalkan. Saat ini jumlah pegawai PDAM masih dibawah rasio. “Indeks pegawai kami dibawah 3 rasionya, idealnya 5,” tukasnya.

 

Teks      : Alam Trie Putra

Editor    : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster