Inflasi Capai 0,04 Persen

 207 total views,  4 views today

inflasi

Ilustrasi Infalasi | Foto : Net

PALEMBANG, KS– Kota Palembang pada bulan April 2013, mengalami inflasi sebesar 0,04 persen. Inflasi ini, ditunjukkan indeks harga konsumen (IHK) dari 136,39 pada Maret lalu menjadi 136,44 pada April.

Terjadinya inflasi itu menurut Kepala Badan Pusat Staistik(BPS) Sumatera Selatan (Sumsel), Bachdi Ruswana disebabkan terjadinya kenaikan berbagai komoditas.

“Dari pantauan terhadap 360 komoditas di pasar tradisional dan beberapa pasar modern serta outlet atau gerai di Kota Palembang, terdapat 45 komoditas yang mengalami kenaikan harga dan 27 komoditas yang mengalami penurunan harga. Sementara sisanya tidak mengalami perubahan harga,”kata Bachdi, kemarin.

Ia menyebut komoditas yang kenaikan harganya, memberikan andil terhadap inflasi Kota Palembang pada April lalu. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya bawang merah sebesar 17,96 persen, diikuti kenaikan bahan bakar rumah tangga (RT) atau elpiji sebesar 5,88 persen, jeruk 4,90 persen, cabai merah 3,23 persen dan keramik 5,5 persen.“Yang paling tinggi adalah bawang, karena harganya terbilang normal,”jelasnya.

Lebih jauh Bachdi menjelaskan, berdasarkan pemantauan harga selama April lalu, pada 66 kota besar di Indonesia, menunjukkan 28 kota mengalami inflasi dan 38 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Padang Sidempuan sebesar 0,81 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kendari sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Maumere sebesar -1,30 persen dan terendah di Tanjung Pinang -0,01 persen.

Sedangkan untuk ekspor jelasnya, pada Februari lalu nilai ekspor Sumsel mencapai 362,93 juta dolar. Nilai ini, mengalami peningkatan sebesar 22,40 persen, jika dibandingkan pada Januari.

Untuk minyak dan gas (migas) nilai ekspor Sumsel sebesar 58,18 juta dolar, sedangkan non migas  304,75 juta dolar.  “Jika dibandingkan dengan Januari, ekspor non migas Sumsel mengalami peningkatan. Ekspor non migas Sumsel, berasal masih di dominasi komoditi karet, minyak kelapa sawit, batubara, kayu, udang, kopi dan lainnya,” ujarnya seraya mengatakan negara utama tujuan ekspor Sumsel yakni Amerika Serikat, Malaysia dan Cina.

Teks      : Alam Trie Putera

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster