Hotel Tanpa IMB Berdiri di Kawasan DAS

 254 total views,  2 views today

PAGARALAM, KS-  Guna mengamankan kebijakan yang telah ditetapkan, pihak Badan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pagaralam bersama pihak terkait melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Kamis(2/5) lalu, di salah satu bangunan hotel milik mantan pejabat Pemkot Pagaralam, Ichsan Azahri.

Disinyalir perluasan pembangunan hotel  ersebut tidak mengantongi Izin Medirikan Bangunan (IMB) dan Izin Lingkungan.Padahalsebelumnya,Pemerintah Kota Pagaralam telah melarang setiap warga yang hendak mendirikan bangunan di sekitar kawasan  Daerah Aliran Sungai (DAS). Mengingat fungsi  DAS yang ada merupakan satu kesatuan ekosistem besar yang harus dikelola secara arif dan terpadu demi kepentingan bersama.

Menurut Kepala badan Pengelolaan lingkungan Hidup, Ir Hj Zaitun MSi, setiap adanya perencanaan suatu pembangunan fisik, mesti mendahulukan berbagai izin yang telah ditetapkan, mulai dari pengurusan IMB maupun izin lingkungan. Apalagi lokasi pembangunan yang ada masuk kedalam kawasan kesatuan ekosistem alam atau di daerah aliran sungai tentunya sangat diperlukan berbagai penelitian terlebih dahulu.

“Fungsi DAS terdapat banyak aktivitas mulai dari subsistem ekonomi, sosial kultural dan banyak kepentingan lintas sektor maupun wilayah administrasi yang juga ikut melibatkan berbagai pihak,” terangnya.

Ia melanjutkan, DAS merupakan suatu wilayah daratan yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau laut secara alami. Sementara batas di darat merupakan pemisah topografi dan batas laut sampai daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

“Meski demikian, keberadaan bangunan di salah satu perluasan pembangunan hotel milik Ichsan Azhari di jalan Laskar Wanita Mintarjo Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara, sama sekali tidak mengantongi izin lingkungan,” kata Zaitun.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota pagaralam, Drs Komli Sumani Sumsago, DAS merupakan ekosistem alam yang mesti dilestarikan keasriannya demi kepentingan bersama.   Mengingat letak geografis Kota Pagaralam tepat berada di kaki Gunung Dempo, kerap kali terjadi berbagai bencana alam yang dapat menimpa sewaktu-waktu, mulai dari banjir bandang bahkan letusan Gunung Api Dempo yang mengalirkan lahar dingin.

 

“Jika terjadi bencana banjir bandang maupun letusan Gunung Api Dempo yang mengeluarkan lahar dingin, tentunya keberadaan DAS inilah yang terlebih dahulu akan dihantam berikut keberadaan pemukiman warga  di sekitar DAS. Untuk itu demi memperhatikan keselamatan, diharapkan kepada warga yang ada untuk tidak mengalihfungsikan DAS sebagai tempat pemukiman,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, pengelola Hotel, Ratna mengatakan, pihaknya melakukan perluasan pembangunan yang ada berdasarkan IMB induk yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat beberapa waktu lalu.

“Perluasan pembangunan hotel ini tidaklah merusak ekosistem yang ada, karena kita membangun tidak terlalu dekat dengan bibir jurang,” ujar Ratna kepada Kabar Sumatera, Sabtu (4/5).

 

Teks           : Antoni Stefen

Editor       : Mustaqiem Eska





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster