“Hasrat Makan Ayam, Membuat Aku Terjerambat di Sel”

 386 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Farida (42), hanya bisa pasrah dan tertunduk malu di salah satu ruangan di Mapolsek Kemuning. Sesekali ibu empat anak ini menarik nafas panjang sambil menutup muka dengan kedua tangannya seakan mengindar dari jepretan kamera wartawan.

Hanya gara-gara memiliki hasrat untuk bisa mencicipi ayam, warga Lorong Cemara Tangga Buntung, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang ini nekat mencuri 5kg ayam potong seharga Rp115 ribu dan 4kg Ikan Mujair seharga  Rp 92 ribu, di Pasar Pal 5, Jalan Kol H Burlian, Sabtu (4/5) pagi pukul 06.30 WIB.

Tak ayal, hasrat yang dimiliki untuk mencicipi daging ayam membuatnya harus terjerambat di sel tahanan Polsek Kemuning.

Pagi itu, Farida, layaknya seperti ibu-ibu pada umumnya menyusuri setiap sudut Pasar Pal 5 untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Di dalam pasar, ibu paruh baya ini tiba-tiba memiliki hasrat untuk menikmati makan daging ayam.

Tatapan matanya langsung tertuju pada lapak ayam milik Holilah (35), warga Jalan Sukawinatan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukamare. Dengan cekatan, Farida langsung menuju lapak tersebut untuk berbelanja layaknya pembeli.

Selain daging ayam, di lapak tersebut juga terdapat ikan segar jenis Mujair yang dijajakan. Transaksi antara pembeli yakni Farida dan pedagang yaitu Holilah pun terjadi. Rupanya saat itu lapak Holilah saat itu juga disesaki pembeli.

Selain itu, situasi di sekitar pasar juga disesaki pembeli yang hilir mudik mencari kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, saat potongan ayam berisi 5kg dan ikan Mujair 4kg itu sudah di dalam kantong plastik, Farida gelap mata.

Farida memanfaatkan situasi tersebut dengan berbuat curang yakni memasukan kantong-kantong tersebut ke dalam tas belanja miliknya. Apesnya, garak-gerik mencurigakan Farida terpantau salah sorang petugas keamanan pasar dan langsung memberitahukannya ke pemilik ayam.

Keinginan untuk menikmati ayam dan ikan tanpa harus membayar nampaknya sirna. Baru berjalan 10 meter, langkah Farida tiba-tiba terhenti. Sorang petugas keamanan dan pedagang ayam menghentikannya secara paksa.

Perdebatan alot antara penjual dan pembeli terjadi disaksikan petugas keamanan pasar. Farida tidak bisa berkutik dan terus berkelit saat penjual ayam dan petugas keamanan pasar melihat kantong plastik berisi 5kg ayam dan 4kg ikan sudah berada di dalam tas belanja Farida.

Kalah debat, Holilah dibantu petugas keamanan pasar langsung membawa Farida ke Polsek Kemuning. Farida sempat menolak dibawa ke polsek, namun Farida akhirnya luluh dan mengakui perbuatannya.

Korban Holilah, mengatakan, saat itu pasar sedang ramai ramainya, ia yang melayani banyak pembeli dimanfaatkan oleh tersangka untuk mencuri dagangannya.  “Saya sibuk melayani para pembeli pak, awalnya saya tidak tahu, namun petugas keamanan pasar yang melihat tersangka saat memasukan dagangan saya dan pelaku pergi tanpa membayar,” katanya.

Tersangka Farida, berkilah jika dirinya telah mencuri dagangan korban. Menurutnya, ia datang ke pasar Pal 5 untuk berbelanja. “Saya tidak mencuri, saya datang untuk belanja,” kilahnya.

Namun saat didesak, Farida akhirnya mengakui perbuatannya jika ayam tersebut akan dikonsumsinya dan dijualnya kembali.

“Ya Pak, saya terpaksa ambil ayam untuk dimakan dan di jual lagi. Ga tau kenapa hasrat untuk makan ayam timbul. Gara-gara mau makan ayam saya terpaksa masuk sel,” ujarnya, sambil tertunduk malu.

Farida menceritakan, ayam dan ikan tersebut sebelum diambil terlebih dahulu diletakan dekat kotak korban berjualan. “Karena mau belanja yang lainnya, ayam dan ikan saya letakan ke lantai dan langsung di bawa. Tiba-tiba saya langsung di tanya dan langsung dipegang, oleh  satpam. Saya mau bayar lupa pak,” tuturnya.

Kapolsek Kemuning, Iptu Rizka Aprianti SH melalui Kanit Reskrim Ipda Yahya Roni membenarkan kejadian tersebut.

“Pelaku pencurian telah diamankan, dan telah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ia tertangkap tangan saat mencuri ayam potong dan ikan di Pasar Pal 5. Tersangka ditahan berdasarkan laporan korbannya ke Polsekta Kemuning dan akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara minimal lima tahun ke atas,” pungkasnya.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor  : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster