Semua Kandidat Curi Start

 296 total views,  2 views today

pilkadaPALEMBANG, KS- Empat pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub), yang akan bertarung dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), 6 Juni mendatang dinilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sampai saat ini masih melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan pemilukada terutama mencuri start kampanye.

Padahal menurut Ketua Bawaslu Sumsel Andika Pranata Jaya, sebelumnya sudah ada kesepakatan yang dibuat Bawaslu dengan semua tim pemenangan pasangan calon.

“Semua pasangan calon, masih melakukan pelanggaran. Misalnya memasang atribut yang bersifat ajakanm baik melalui baleho, spanduk maupun iklan di media massa.  Itu yang merupakan bagian dari kampanye. Saat ini, pemilukada Sumsel belum masuk tahapan kampanye sehingga belum boleh dilakukan,” kata Andika yang dibincangi, Selasa (30/4).

Bukankah itu bagian dari sosialisasi, seperti yang menjadi alasan semua tim pemenangan calon ?, Andika menegaskan dalam Undang-Undang (UU) No 1 tahun 2009 tentang Pemilukada tidak dikenal adanya istilah sosialisasi. Yang ada sebut Andika, hanyalah kampanye.

Sehingga tegas Andika, semua pasangan calon tetap tidak diperbolehkan mencuri start kampanye. Kalau pasangan calon membutuhkan sosialisasi, Bawaslu akan memfasilitasi dengan memasang semua foto pasangan calon dalam baleho besar yang akan dipasang di beberapa titik di semua kabupaten dan kota di Sumsel.

“Tadi dalam rapat, semua tim pemenangan pasangan calon telah menyepakati untuk tidak melakukan pelanggaran. Kita tidak melarang mereka melakuan sosialisasi, melalui iklan di media massa atau memasang atribut lainnya asalkan sesuai aturan dan tidak melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Dalam Peraturan KPU Nomor 69 tahun 2009 pasal 53 kata Andika, jelas diatur pengertian kampanye. Sesuatu diartikan sebagai kampanye, jika memenuhi beberapa unsur diantaranya ada kandidat, ada ajakan, ada atribut dan beberapa unsur lainnya. Jika unsur-unsur itu terpenuhi, artinya itu sudah masuk tahapan kampanye sehingga melanggar aturan.

“Hari ini, kami kembali menegaskan itu. Jika masih melakukan pelanggaran, Bawaslu akan mengambil tindakan. Jika pelanggarannya berat, tidak menutup kemungkinan untuk di diskualifikasi,” ungkapnya.

Sementara itu anggota tim advokasi pasangan Eddy Santana- Wiwiet Tatung (ESP-Win), Dhabi Gumayra dibincangi di tempat yang sama mengatakan, tidak mempermasalahkan aturan-aturan yang dibuat Bawaslu. “Kami akan menerima, tindakan yang dilakukan Bawaslu jika sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Pendapat yang sama disampaikan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki, Armen Abbas. Ia menjelaskan, selama ini tim pasangan Alex-Ishak tidak mempersoalkan jika ada atribut sosialisasi milik mereka dicopot oleh Bawaslu asalkan sesuai aturan.

“Kami juga, ikhlas-ikhlas saja jika ada atribut sosialisasi milik kami yang hilang. Yang pasti, kami tidak ingin hal seperti ini justru menjadi alat untuk provokasi sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.

 

Teks     :  Dicky Wahyudi

Editor :  Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster