Kenaikan BBM Picu Inflasi Sumsel

 267 total views,  2 views today

28-4-2013----investor-oke

Indeks Harga | Foto : NET

PALEMBANG | KS-Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat tingkat inflasi di Palembang Maret 2013 berada pada angka 0,85%. Angka ini merupakan inflasi terbesar yang dialami sejak empat tahun terakhir, dengan adanya kenaikan BBM Per-Mei nanti Iflasi akan semakin memburuk, pasalnya Rencana pemerintah menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui opsi satu harga diprediksi dapat menyulut inflasi.

Peneliti Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VII Sudarta mengatakan, Kenaikan BBM, jelas berpengaruh terhadap inflasi di bulan Mei. “Inflasi pada Mei ini bisa lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya,” Ungkapnya kemarin (30/4).

Sudarta menambahkan, Soal seberapa besar tekanan inflasi yang diakibatkan dari kebijakan tersebut, Sudarta belum bisa berkomentar karena masih perlu pengkajian mendalam soal potensi inflasi pada Mei mendatang.

“Potensi inflasi pada April dan Mei  belum bisa di ketahui karena masih akan dibahas dalam bahasan berikutnya di diaerahnya masing- masing ,” Ungkapnya.

Soal kemungkinan inflasi mencapai dua digit, Sudarta menjelaskan, potensi itu diprediksi tidak bakal terjadi. Sebab, berdasarkan pembahasan outlook pertumbuhan ekonomi Sumsel tahun 2013, diperkirakan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,0%–6,5% (yoy) dengan inflasi kisaran 4,5%± 1%.

“Pihak kami memprediksi untuk Inflasi sampai dua digit , tidak akan tercapai Pasalnya kisaran tertinggi 4,5% tahun 2013 dan kita pun terus mengkaji,  kemungkinan ke depan seiring berbagai kebijakan yang bakal dikeluarkan pemerintah,” Ujarnya.

Potensi kenaikan inflasi tidak saja di pengaruhi kenaikan  BBM,  namun Sudarta memperhitungkan potensi kenaikan inflasi juga dapat dipengaruhi perkembangan harga komoditas, yang merupakan pemicu inflasi beberapa bulan ini.

Sutikno, Kepala Perwakilan BI wilayah VII mengatakan, pihaknya dituntut mengendalikan inflasi agar tetap rendah dan stabil. “Kenikan BBM bersubsidi bisa saja pengaruhi peningkatan inflasi namun di iringi dengan harga komoditi yang diprediksi naik” ungkapny a kemarin (30/4).

Makanya pihaknya sepakat mengantisipasi dan berharap kenaikan harga barang terkait kebijakan BBM sewajarnya dan tidak melonjak tajam,” tandasnya.

Sutikno mengakui, inflasi Sumsel sejak Januari–Maret 2013 relatif tinggi. Namun, hal tersebut tergolong wajar lantaran berbagai faktor yang memengaruhi, seperti akibat  komoditi yang tinggi dan langkah” ungkapnya.

“Ternyata inflasi kita (Sumsel) masih mending dibandingkan daerah lain. Bahkan, tahun 2012 lalu inflasi kita stabil dan rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia,” tukasnya.

Selain itu pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Amidi saat di konfirmasi Via telpon, kemarin  (30/4)  mengatakan, rencana kebijakan pemerintah tersebut perlu dikaji ulang dan sangat memengaruhi perekonomian Sumsel dan berpontensi memburuknya inflasi. “ Ini kan masih sebatas rencana kebijakan sehingga harus ada perhitungan matang dan perlu dikaji ulang. Pasalnya kebijakan ini belum siap dilakukan  karena masyarakt belum siap dengan kenaikan BBM ini, disamping itu sarana prasarana Di SPBU masih belum bagus” Ungkapnya.

Teks     : Jadid Ulul Albab.

Editor  : Romi Maradona





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster