Bidpropam Bentuk Tim Investigasi Ke Muara Rumpit

 371 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Terkait bentrok antara polisi dan warga di Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas (Mura), yang menewaskan empat warga dan lima anggota kepolisian yang terluka akibat insiden berdarah tersebut, Polda menurukan tim Investigasi Bidpropam Polda Sumsel untuk melakukan penyelidikan.

Kejadian berdarah tersebut, berawal pada  Senin 29 April 2013 sekitar  pukul 10.00 WIB, ada aksi demo sekitar 1.000 massa di Jalan Lintas Sumatera di Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Mura.

Kabid Humas Polda Sumsel, Akbp Djarod Pradakova menjelaskan, kalau mulanya massa menuntut terkait disetujui Muaratara sebagai Kabupaten Baru. Puncaknya sekitar pukul 21.30 WIB. Warga mulai anarkis dan melempari batu ke arah anggota Polres Mura yang dibackup Kompi Brimob Linggau.

“Sebenarnya Kapolres Mura sudah memfasilitasi warga atau perwakilan warga bertemu dengan DPRD Mura serta pejabat Pemkab Mura. Dalam pertemuan itu juga pejabat setempat bersedia menyampaikan tuntutan warga ke Gubernur dan Mendagri, dan tuntutan mereka sudah ditindaklanjuti. Namun  massa tetap melakukan aksi dengan memblokir jalan dan membakar ban bekas di Jakan lintas Sumatra, sehingga menggangu arus lalu-lintas,” katanya.

Ditambakanya, saat petugas berjaga, masa yang beringasan melakukan tindakan anarkis. Ketika itu, aparat terpaksa mengambil tindakan tegas dsengan melakukan pengamanan, yang mengakibatkan bentrok.

“Dari informasi dilapangan, massa juga    menyerang dengan senjata kecepek (rakitan). Bahkan ada warga yang meletuskan kecepek, sehingga petugas di lapangan terpaksa mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan tembakan ke udara. Saat menembak, anggota kita sempat mundur ke belakang. Sampai akhirnya kantor Mapolsek Muara Rupit dibakar warga,” tandasnya.

Sementara untuk kondisi terakhir di lokasi perlu penanganan yang serius dari kepolisian. Karena kerumunan masa masih berada di berbagai tempat. Bagi  anggota kepolisian di lapangan telah ada 5 Satuan Setingkat Kompi (SSK)  menjaga kemanan yang terdiri dari satuan Dalmas Polda Sumsel, Dalmas Polres Mura, Brimob Polda dan juga anggota Brimob dari Polda Jambi.

Terkait adanya korban dari warga yang tertembak, hingga meninggal dunia, Djarod mengatakan, jajaran Bidang Propam Polda Sumsel sudah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Terkait dengan hal itu, Direktorat Reskrimum Polda Sumsel juga membantu menyelidiki pelaku pembakaran Mapolsek.

Disebutkan, atas peristiwa tersebut nama-nama korban yang tewas maupun luka-luka dari laporan anggota polisi di Mura. Empat korban yang meninggal dari warga Kecamatan Muara Rupit, yaitu Nirson (35), Suharto (20), Fadilah (40), dan Rinto (18). Sedangkan korban mengalami luka serius dari anggota Polres Mura ada lima, Aiptu Barliano, Aiptu Aman Hidayat, Brigadir Irak Herdiansyah dan Briptu Oyon Fernando. Semuanya rata-rata mengalami luka terkena lemparan batu di kepala dan badan mereka.

“Untuk korban dari warga yang mengalami luka-luka ada 12 orang dan satu orang atas nama Kaisar akan dirujuk dan  dibawa ke Rumah Sakit Umum Palembang karena mengalami luka tembak di dada,” paparnya.

 

TEKS       : OSCAR RYZAL

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster