Revitalisasi Pasar Terkendala Investasi

 77 total views,  3 views today

PALEMBANG,KS– Rencana Pemerintah Kota (pemkot) Palembang merevitalisasi pasar-pasar tradisional menjadi pasar modern, tidak berjalan karena minimnya investor yang berminat berinvestasi.

Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra menyebut, investor lebih tertarik berinvestasi di sektor perhotelan dan infrastruktur dan sektor lainnya dibandingkan menanamkan uangnya untuk mengelola dan mengembangkan pasar tradisional.

Padahal pemkot sebut Eddy, berharap kucuran rupiah dari pihak swasta untuk peremajaan pasar dengan sistem built operate transfer (BOT). Dengan begitu kata Eddy, pihak swasta diharapkan dapat membantu pemkot dalam membangun pasar tradisional menjadi pasar tradisional modern, dengan pengelolaan dalam kurun waktu tertentu.

“Dengan peremajaan pasar ini, banyak keuntungan yang bisa didapat. Dari sisi pendapatan, tentu pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat dari retribusi yang ditarik. Selain itu, pemkot juga tidak harus mengeluarkan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), dalam pembangunannya,” jelas Eddy ketika dibincangi, Jumat (26/4).

Sementara bagi masyarakat dan pedagang, keuntungan yang didapat dari segi pelayanan. Dengan berubahnya wajah pasar menjadi lebih modern, maka pelayanan pun akan lebih bagus karena pasar lebih bersih. Sedangkan investor, juga mendapatkan keuntungan dalam pengelolaanya.

Namun pemkot sebutnya, tidak sembarang menentukan investor di sektor ini. Ada pertimbangan, pemasukan untuk PAD. Namun sambungnya, sampai saat ini belum ada investor berminat, dalam membicarakan konsep kerjasama itu. “Sejumlah pasar, masih dalam penjajakan ke investor,” ungkapnya.

Untuk pengembangan Pasar Cinde kata Eddy,  pemkot terkendala kepemilihan lahan. Lahan di pasar itu, adalah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan milik pemkot. Sampai saat ini, belum ada pertemuan untuk membahas revitalisasi pasar itu.

Sementara itu Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya Ahmad Syamsudin mengatakan, peremajaan pasar ini memang salah satu menjadi agenda PD Pasar.

Peremajaan itu, dilakukan untuk kemudahan masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional yang berkonsep modern. Namun, PD Pasar  sulit nya mencari investor. Investor cenderung menanamkan sahamnya pada bisnis hotel dan properti.

“Beberapa pasar, sudah kita rencanakan untuk di remajakan. Misalnya Pasar Lemabang, yang rencananya akan dibangun PT Utama Karya. Namun sampai sekarang, belum bisa dilakukan karena belum ada investor yang berminat,” ujarnya.

“Investor lebih tertarik bangun hotel atau properti, dibandingkan pasar karena dananya lebih cepat kembali. Belum lagi, untuk membangun atau meremajakan pasar itu, sulit memprediksi berapa dananya,” tukasnya.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com