Ani Yudhoyono, sebelum meninggal harus melawan Kanker Darah, ini 4 Fakta Penyakit itu

JAKARTA I KSOL — Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono harus menjalani perawatan intensif di National University Hospital, Singapura karena menderita kanker darah. Hal ini menyita perhatian dan simpati publik, terlebih mengingat kondisinya yang menurun belakangan ini.

Lantas, apa sebenarnya penyebab kanker darah? Apa saja yang memicu penyakit tersebut? Berikut penjelasan dr Ronald A. Hukom, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Kanker Dharmais.

1. Kanker darah dipicu oleh bermacam faktor

Ronald menjelaskan, faktor risiko kanker darah antara lain usia yang semakin tua, radiasi, bahan kimia (pestisida, benzen), paparan elektromagnetik, dan obat, misalnya terapi kanker lainnya (sitostatik, radiasi).

“Tak ada hubungan jelas kanker darah dengan stres,” ujar Ronald kepada IDN Times, Rabu (13/2).

2. Kanker darah ditandai oleh anemia hingga infeksi

Dia melanjutkan, tanda-tanda atau gejala kanker darah adalah kulit pucat (anemia), kulit lebam dan perdarahan, demam atau tanda infeksi. Hal itu bisa terlihat dari hasil laboratorium dan dipastikan dengan pemeriksaan sumsum tulang. Menurut Ronald, tak ada perbedaan cara mendeteksi kanker pada orang dewasa dan anak-anak.

“Tidak ada perbedaan, kecuali pada anak ada beberapa kelainan congenital (jarang) bisa berhubungan dengan leukimia akut, seperti sindroma down, anemia fanconi,” tuturnya.

3. Deteksi dini kanker dapat dilakukan setahun sekali

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) cabang DKI Jakarta tersebut, kanker dapat dicegah sejak dini. Hal itu dilakukan melalui screening rutin setahun sekali.

“Fasyankes primer bisa melakukan pemeriksaan awal untuk kanker, terutama kanker yang sering dijumpai, misalnya kanker leher rahim, kanker payudara, kanker usus besar,” ujarnya.

4. Sebanyak 348 orang menderita kanker setiap tahun

Ronald menyebut, tahun 2018 ada sekitar 348 ribu penderita kanker baru setiap tahun di Indonesia, 58 ribu di antaranya penderita kanker payudara, 30 ribu kanker paru, dan 30 ribu kanker usus besar.

“Sementara kanker darah (limfoma, leukemia, mieloma) hanya beberapa ribu orang,” pungkas Ronald.

TEKS : IDNTIMES 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com