Bulan Ramadhan, Pemkot Pagaralam Tindak Tegas Pedagang Curang

PAGARALAM, KSOL—Memasuki Bulan suci Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, diimbau agar para pedagang tidak melakukan kecurangan.

Apalagi memanfaatkan selisih timbangan di tengah lonjakan harga seperti sekarang ini.

Hal itu dikemukakan Asisten I Setdako Pagaralam, Rahmad Madroh SSos MM didampingi Plt Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP) Gindo Simanjuntak SSt MM, saat melakukan pengawasan dipasar Induk Terminal Nendagung, Kamis (9/5/2019).

Menurutnya, guna menepis berbagai hal yang tidak diinginkan,  dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar razia ke sejumlah pasar tradisional guna memastikan timbangan pedangang pas, sehingga tidak merugikan pembeli.

“Sebetulnya, tingkat kecurangan pedagang melalui timbangan ini cukup santer. Kita telah membentuk tim  guna melakukan razia dalam waktu dekat. Mengenai jadwal dan tempatnya belum  bisa diberi tahu, guna menarik perhatian serius bagi pedagang yang mencoba melakukan praktik tindak kecurangan,” kata Rahmad.

Selain mengawasi kecurangan selisih timbangan, sambung Gindo,  termasuk pula pihaknya akan menindak hingga keranah hukum bila didapati pedagang nakal yang coba mencampuri makanan atau minuman dengan zat formalin atau pewarna mengandung racun. 

“Bila kedapatan pedagang mencampuri dagangannya dengan formalin atau zat berbahaya lainnya akan kita cabut izin usahanya dan kita tindak hingga keranah hukum,” sambungnya seraga meminta agar pelaku usaha untuk membuka usahanya dengan baik dan jujur. 

Terpisah, Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Tri Saksono Puspo Aji mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti bila ada temuan dari tim pemantau berbagai kebutuhan masyarakat saat Ramadhan hingga menjelang perayaan Idul Fitri mendatang. 

“Bila ada laporan dari tim, kita akan segera menindaklanjuti dengan proses hukum terhadap penjual yang melakukan kecurangan melalui timbangan. Termasuk pula akan menindak pedagang yang mengedarkan makanan minuman dan daging yang dapat merugikan serta membahayakan konsumen,” ujarnya.  

Teks : Antoni Stefen I Foto : Net




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com