PW PII Sumsel dan Griya Madani Mengajak Masyarakat “Ngaji On The Road”

PALEMBANG I KSOL — Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Sumatera Selatan (PW PII Sumsel) dan Griya Madani (GM), mengajak masyarakat untuk mengaji di jalan. Mengaji tidak harus di masjid, sambil jalan dan jogging, masyarakat bisa sambil mengaji.

“PW PII Sumsel dan GM mengajak masyarakat Ngaji On The Road. Karena mengaji tidak harus di masjid, sambil jalan masyarakat bisa mengaji,” kata Andi Hariyono, Lc., M.Ag, di Kambang Iwak Park Palembang (KI), Ahad (24/3/2019).

Andi menjelaskan ide Ngaji On The Road di dapat dari postingan salah satu rekan di Pulau Jawa. “Disana, beberapa ustadz membuat kegiatan mengaji diatas trotoar jalan, dan kegiatan ini ternyata diminati masyarakat,” tegasnya.

Gayung pun bersambut. GM akhirnya membuat kegiatan mengaji di Palembang. Bersama delapan ustadz dan tujuh ustadzah, GM akhirnya membuka Ngaji On The Road di KI.

Ngaji On The Road minggu pertama cukup banyak. Tapi minggu ini, masyarakat yang mengaji sudah bertambah banyak,” ujar Andi.

Lebih lanjut ia mengatakan, mengaji di jalan kesannya masih asing bagi masyarakat Indonesia. Namun di Mesir, mengaji di jalan sudah menjadi kebiasaan. Misalnya di halte, di dalam mobil, di bis kota, bahkan sambil antri orang mesir masih mengaji.

Pada kesempatan yang sama, Faqih Zauqul Hanif, kata Faqih, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pemberdayaan (PPO) PW PII Sumsel mengatakan, Ngaji On The Road sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi mengaji di jalan suasananya santai dan tidak kaku.

“Bahasanya, mengaji di jalan terlihat tidak kaku dan santai. Berbeda suasana  di TPA pada umumnya,” kata Faqih, ketika ditemui, di sekretariat PW PII Sumsel, ahad (24/3/2019).

Ia menjelaskan sikap sebagian pelajar yang tidak banyak berminat membaca, apalagi mencintai Al-Qur’an. “Masih banyak pelajar yang mengaji belum sesuai kaidah dan tajwid. Kaidah dalam membaca Al-quran sangat penting. Sebab, dalam bahasa arab, ketika salah menyebutkan huruf, maka artinya akan salah,” tambahnya.

Konsep Ngaji On The Road juga disambut baik PW PII Sumsel. Dari kegiatan ini, PII dan GM diharapkan bisa eksis di masyarakat. Ke depan Ngaji On The Road tidak hanya berlokasi di KI, tapi harus ada di daerah lain.

“Kalau di KI sudah terus-menerus, maka PW PII Sumsel akan membuat Ngaji On The Road di berbagai daerah di Sumsel,” ujarnya.

Hendriansyah, salah satu pengunjung Ngaji On The Road mengatakan, ia sudah dua kali mengaji. Ia mengaku, selama dua kali mengaji, bacaan Al-Quran Hendri sudah semakin baik dari sebelumnya.

“Belajar menyebutkan huruf hijaiyah yang benar diajarkan disini. Metode tahsin dan tahfidz yang diajarkan juga mudah dimengerti,” kata Hendri, ketika ditemui di Jalan Dipenogoro KI.

Menurutnya, Ngaji On The Road suasananya lebih enak. Sebab mengaji di jalan lebih leluasa. Menurut Hendri, mengaji dengan konsep on the road membuat orang lebih santai. Ditambah lagi mengaji di lokasi tersebut gratis.

“Kelebihan Ngaji On The Road juga gratis. Sehingga, membuat masyarakat bertambah rajin mengaji di tempat ini,” kata pegawai SMA Negeri 6 ini.

TEKS/FOTO : MUHAMMAD RIDHO




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com