Soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, PKS Perlu Teladani Tengku Zulkarnain

JAKARTA   I   KSOL — Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dara Nasution bersyukur atas permintaan maaf ustaz Tengku Zulkarnain yang sempat menuduh pemerintah melegalkan zina melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Tengku Zulkarnain mengakui jika dirinya tidak menemukan adanya pasal penyediaan alat kontrasepsi untuk para remaja dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Alhamdulillah kalau ustaz Tengku Zulkarnain sudah meminta maaf, berarti sudah dapat hidayah. Kita maafkan kekhilafannya,” ujar Dara kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (12/3). Menurut Dara, langkah Tengku Zulkarnain patut diapresiasi dan perlu diteladani, khususnya oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Ini langkah bagus dan perlu dicontoh oleh PKS yang juga menolak RUU ini. Semoga hidayah semacam ini segera menghampiri teman-teman PKS,” kata dia.

Sebagai seorang pemuka agama, kata Dara, Tengku Zulkarnain seharusnya melakukan tabayyun (klarifikasi) dulu karena banyak orang yang termakan fitnah bahwa RUU ini melegalkan zina. Padahal, RUU ini sangat dibutuhkan untuk melindungi perempuan menjadi korban kekerasan seksual.

“Ini memunculkan gerakan penolakaan yang pada akhirnya mengorbankan jutaan perempuan korban kekerasan yang butuh perlindungan,” kata Dara. Lebih lanjut, Dara mengatakan, dukungan dari Tengku Zulkarnain itu menunjukkan RUU itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam.

Dara pun berharap langkah ini mempercepat pengesahan RUU yang sudah hampir tiga tahun mandek di DPR. “PSI selalu konsisten mendukung RUU PKS agar korban kekerasan seksual memiliki perlindungan hukum yang memadai. RUU ini akan menjadi prioritas PSI ketika terpilih ke parlemen,” pungkas Dara.

TEKS / FOTO : BERITASATU.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *