Peminta Sumbangan Kian Marak, Masyarakat Pagaralam Resah

PAGARALAM, KSOL–Memasuki awal tahun, para peminta sumbangan kian marak masuk kesejumlah perkampungan atau perumahan hingga menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarak di Bumi Besemah ini. Adapun berbagai alasan permohonan tersebut bermacam-macam, mulai dari pembangunan masjid, panti asuhan hingga pondok pesantren.

Andri, warga Talang Jeruk Kelurahan Sukorejo Kecamatan Pagaralam Utara, mulai risih dengan maraknya para peminta sumbangan tersebut. Bahkan, dalam satu hari perna datang hingga empat orang untuk meminta sumbangan.

“Mereka itu mayoritas didominasi kalangan anak muda, datang sembari membawa map berisi proposal sumbangan untuk masjid. Termasuk pula yang mengaku dari panti asuhan maupun perwakilan pondok pesantren,” ujarnya, Jumat (8/3/2019).
Senada dikemukakan Arizal Filly, salah satu pengurus Masjid Raya Kota Pagaralam. Ia mewanti-wanti bila ada oknum yang mengaku ataupun utusan dari pihak pengurus masjid dengan membawa proposal untuk meminta sumbangan.
“Tolong beritahu kami bila ada oknum peminta sumbangan yang mengatasnamakan Yayasan Masjid Raya Kota Pagaralam,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial setempat H Sukman mengaku banyak laporan masuk ke kantornya mengenai maraknya para peminta sumbangan dalam beberapa pekan terakhir.  Terlebih sumbangan itu semuanya berada di luar Pagaralam bahkan luar Sumatera.
“Kami imbau masyarakat Pagaralam agar dapat berhati-hati bila ingin memberikan bantuan berupa uang kepada peminta sumbangan yang mengatasnamakan pengurus masjid, panti asuhan maupun pondok pesantren dengan meningkatkan ketelitian terlebih dahulu sebelum memberikan sumbangan,” pesannya.
Ia mengatakan, bila ada masyarakat yang ingin menyumbang tidak ada masalah,  tetapi  tidak ada salahnya untuk lebih dahulu memeriksa kejelasan sumbangan tersebut. Bagusnya kalau sumbangan itu ada rekomendasi Dinsos, maupun pihak kecamatan dan kelurahan agar bantuan tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
“Sejauh ini kita masih dalam tahap imbauan,  selanjutnya bila memang masih banyak yang membandel barulah akan dilakukan penindakan,” jelasnya.
Terpisah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pagaralam, H Masrur Aminullah menyayangkan bila banyaknya para peminta sumbangan yang mengatasnamakan masjid, pondok pesantren,  dan yayasan keagamaan.
Ia mengatakan, bila prihal tersebut terus dilakukan tentunya membawa citra buruk bagi agama. Sementara bila ada izin atau resmi dan tempatnya juga jelas tidak ada salahnya sebagai umat muslim untuk membantunya. “Bila ada yang meminta-minta untuk kepentingan pribadi atau kelompok dan tidak dapat dipertanggungjawabkan jelas hukumnya haram,” ujarnya singkat.
TEKS : ANTONI STEFEN    I    TEKS   : GOOGLE IMAGE



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *