Sumsel Jauh dari Kemiskinan, kalau pemeritan Sumsel kelola SDA dengan baik

PALEMBANG, KSOL — Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dapat menyejahterakan satu negara. Indonesia punya banyak potensi SDA. Misalnya di Provinsi Sumsel kaya SDA. Jika potensi ini dikelola dengan baik oleh pemerintah, maka masyarakat akan jauh dari kemiskinan.

“SDA di Sumsel sangat berpotensi untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat,” kata Gubernur Sumsel, Herman Deru di acara Seminar dan Dialog Nasional, dengan tema ‘Pengelolaan Sumber Daya Alam di Era Revolusi Industri 4.0’, di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (12/02/2019).

Lebih lanjut Deru mengatakan, Sumsel kaya potensi SDA seperti migas, perkebunan, perairan, perhutanan dan perikanan. Potensi yang ada ini menurut Deru harus dimanfaatkan secara bijak dan bertanggungjawab.

Di masa mendatang, Pemerintah Sumsel akan berfokus pada pemanfaatan SDA dari pertanian. Setidaknya pertanian ini, diharapkan dapat langkah dapat mengembangkan ekonomi kerakyatan.

“Salah satu visi yang dikembangkan pemerintah Sumsel adalah pengembangan SDA dari pertanian. Pengembangan ini diharapkan dapat memakmurkan masyarakat di wilayah pedesaan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (Jonan) mengatakan, kalau SDA migas di Sumsel harus dikelola secara maksimal.

Misalnya di Palembang, minyak yang melimpah di Plaju harus dikelola, agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kilang minyak Plaju, akan digunakan untuk mengelola EPO menjadi 100% bio solar dalam 2-3 tahun kedepan, biar masyarakat merasakan manfaatnya di masa yang akan datang” kata Jonan.

SDA di Indonesia sudah banyak kata Jonan, tapi kurang inovasi. Jika SDA yang ada tidak diperbarui dengan inovasi, maka SDA Indonesia akan habis.

Belakangan ini, sudah ditemukan inovasi untuk pengembangan SDA. Misalnya tembaga untuk pembuatan kendaraan listrik. Biasanya Indonesia mengimpor tembaga dari eropa dan jepang, tapi sekarang tidak.

“Bahan baku pembuatan kendaraan listrik kan tembaga, biasanya Indonesia mengimpor tembaga dari eropa dan jepang, tapi sekarang tidak lagi. Sekarang tembaga kita ambil dari papua, bukan dari negara luar lagi,” tambah Jonan.

Jonan menambahkan, kalau SDA Indonesia ingin berkembang, harus dilakukan dengan inovasi melalui teknologi. Kalau tidak Indonesia akan tertinggal dengan negara lain.

“Pengelolaan migas dan gula harus menggunakan teknologi robot, agar kegagalannya makin kecil,” tegasnya.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi (Budi) mengatakan, kalau kekayaan alam yang dianugerahkan tuhan, sepatutnya disyukuri.

“Kita harus belajar dari film Black Panther, walaupun teknologinya canggih, tapi rakyatnya tetap menjaga alamnya agar tetap lestari,” kata Budi.

SDA dan Sumber Daya Manusia (SDM) harus beriringan kata Budi. Manusia memerlukan alam dan alam memerlukan manusia. Agar beriringan, manusia harus memanfaatkan SDA sebaik mungkin.

Jika SDA dieksploitasi secara terus menerus, maka SDA yang ada akan habis. SDA harus perbarui dengan inovasi dan bukan dikuras secara berlebihan.

“Negara maju bukan diukur dari seberapa banyak SDA, tapi seberapa banyak inovasi yang dihasilkan,” tegasnya.

TEKS / FOTO : MUHAMMAD RIDHO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *