Hadapi era industri 4.0, Kapustekkkom Kemdikbud tingkatkan kompetensi TIK guru

JAKARTA  I  KSOL  — Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kemdikbud, Gogot Suharwoto, P.hD berpesan kepada guru untuk menciptakan pembelajaran berbasis digital di sekolah.

Pesan ini disampaikan Gogot Suharwoto pada sambutan pembukaan kegiatan peningkatan kompetensi pemanfaatan TIK untuk Sekolah Garis Depan (3T) yang dilaksanakan di Jakarta (27/11/2018) di Jakarta.

Kegiatan yang diikuti para guru dan pengelolah TIK dari 26 sekolah penerima manfaat internet USO (Universal Service Obligation) yang berasal dari daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi TIK para guru dalam menghadapi era industri 4.0.

FOTO USAI KEGIATAN — Peserta peningkatan kompetensi pemanfaatan TIK untuk Sekolah Garis Depan (3T) foto bersama usai acara yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 27 Nopember 2018 di Jakarta. (foto : Pustekkom/fisika fikri)

Lebih lanjut Gogot mengatakan, bantuan internet USO yang diberikan hendaknya dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) yang akan mempermudah siswa dalam mengakses media pembelajaran dengan menggunakan internet.

Oleh karena itu, Gogot meminta agar peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya. Hal ini dikarenakan peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah ujung tombak dalam meningkatkan kompetensi TIK peserta didik yang ada di daerah 3T.

“Saya berharap para peserta dapat memaksimalkan pelatihan ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk mempersiapkan anak-anak kita menghadapi perkembangan teknologi yang selalu berubah dengan cepat. Apalagi kita telah memasuki era revolusi industri 4.0,” kata Gogot yang juga penulis buku Dgital Education.

Gogot menambahkan Pustekkom Kemdikbud agar terus berupaya meningkatkan kemampuan di bidang TIK bagi para guru agar dapat menciptakan pembelajaran digital (Digital Education) di sekolah. Pembelajaran digital perlu dibudayakan di sekolah agar terciptanya peserta didik yang siap bersaing di era revolusi industri 4.0.

Pada kesempatan itu, Gogot juga melakukan interaksi dengan para peserta terkait pemanfaatan internet USO. Para peserta begitu antusias menyampaikan pemanfaatan dan juga permasalahan yang masih ada dalam pemanfaatan internet USO yang diberikan oleh Pustekkom Kemdikbud dan Kemenkominfo.

Menanggapi kegiatan itu, Immanuel peserta dari SMK Negeri 1 Amarasi Selatan NTT menyebutkan, pemanfaatan internet USO di sekolahnya telah diguanakan dengan baik. Bahkan masyarakat sekitar telah memanfaatkan internet USO untuk mencari informasi dan hiburan. Namun ia berharap, agar adanya tambahan fasilitas perangkat TIK bagi sekolahnya.

Senada dengan Immanuel, peserta lainnya Helmiati dari SMK Darul Makmur Naganraya Aceh mengatakan sangat bersyukur adanya bantuan internet USO yang diberikan sejak tahun 2016. Bantuan internet USO telah membantu sekolahnya dalam mendukung KBM dan administrasi sekolah seperti sinkronisasi Dapodik.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Jejaring, Dr. Eka Khristiyanta Purnama menjelaskan, kegiatan ini telah dilakukan secara bertahap bagi sekolah penerima manfaat internet USO yang saat ini berjumlah 1.474 sekolah.

Ia juga berharap agar peserta pelatihan tak segan untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dalam mengolah bantuan internet USO.

Sementara itu, Ali Warto, Direktur Program Internet USO menjelaskan, jika bantuan internet USO bagi sekolah 3T merupakan hasil kerjasama Bakti Kominfo dan Pustekkom Kemdikbud sejak tahun 2015. Program ini sesuai dengan amanah pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menghadirkan beberapa narasumber, seperti Dedi Dwitagama, pakar pendidikan dari PB PGRI, Hasan Chabibie Kasubid Pengkajian dan Perancangan Bidang Pengembangan Jejaring, Bakti Kominfo dan fasilitator yang berasal dari Pustekkom Kemdikbud.**

TEKS  / FOTO : PUSTEKKOM/FISIKA FIKRI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *