Sekjen PSI Nilai Amien Rais Sudah Lupa dengan Muhammadiyah

JAKARTA  I  KSOL — Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais sudah lupa dengan khitah perjuangan Muhammadiyah.

Pernyataan Antoni itu menyikapi pernyataan Amien Rais yang hendak menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir soal pilihan warga Muhamadiyah di Pilpres.

“Kalau ada seorang senior yang ingin menjewer Pak Haedar Nashir saya kira mungkin beliau lupa dengan Muhammadiyah, sudah terlalu lama bergabung di parpol,” kata Antoni di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/11).

Mantan ketua umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) itu menyebut sesuai hasil muktamar, Haedar Nashir telah menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan kultural. Muhammadiyah menempatkan diri untuk menjaga jarak dengan parpol dan kandidat Pemilihan Umum 2019.

Sebagai warga Muhammadiyah, kata Antoni, Amien harus menjaga khitah lembaganya. Menurutnya, warga Muhammadiyah pasti menyadari bahwa organisasinya adalah gerakan kultural, bukan partai politik yang memberikan dukungan secara terbuka kepada satu pihak.

“Haedar Nashir adalah penggawa Muhammadiyah dari syahwat politik, jadi beliau yang merumuskan pembaruan khitah perjuangan Muhammadiyah di Bali yang menegaskan Muhammadiyah menjaga jarak, kedekatan yang sama dengan parpol,” tegas Antoni.

Ia menyarankan Amien agar mengurusi partai dan kandidatnya serta menyerahkan urusan Muhammadiyah kepada Haedar Nashir dan jajaran pimpinannya.

Bahkan, Antoni yang juga warga Muhammadiyah bakal melarang organisasinya itu apabila secara resmi memberikan dukungan kepada Muhanmadiyah karena tidak sesuai dengan khitahnya.

Amien Rais sebelumnya menyatakan akan menjewer Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir jika membebaskan pilihan warga Muhammadiyah pada Pilpres 2019.

Amien mengatakan PP Muhammadiyah tidak boleh diam atau tidak jelas sikapnya untuk menentukan presiden periode 2019-2024.

Dia meminta Muhammadiyah menentukan sikap secara organisasi untuk disampaikan kepada umat agar pada masa pencoblosan pilpres tidak terjadi perdebatan dalam memilih.

“Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di pilpres. Kalau sampai seperti itu, akan saya jewer,” ujar Amien di Surabaya, Selasa (20/11).

TEKS : CNN INDONESIA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *