Diperlakukan Kasar, Ratusan Wartawan Palembang Demo Kantor Gubernur

PALEMBANG  I  KSOL  – Ratusan wartawan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar demonstrasi di kantor Gubernur Sumsel terkait insiden dugaan perlakuan kasar yang dilakukan pengawal pribadi (Walpri) Gubernur Sumsel H Herman Deru SH, terhadap salah satu wartawan online.

Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas intimidasi tugas media, diketahui walpri melakukan dugaan tindakan kasar terhadap wartawan Detik.com Raja Aidil Siregar saat melakukan peliputan dalam acara PT Sampoerna di PTC Mall Palembang Sabtu (10/11/2018) lalu.

Ketua PWI Sumsel Oktaf Riyadi saat dimintai komentarnya terkait insiden yang diduga melecehkan profesi jurnalistik tersebut Senin (12/11/2018) mengatakan, PWI Sumsel menyayangkan pelarangan dan intimidasi yang dilakukan oleh walpri orang pertama di Sumsel tersebut.

Dirinya menyesalkan insiden tersebut terjadi, karena dalam menjalankan profesi jurnalistik, wartawan dilindungi oleh UU Nomor 40 tahun 1999 yang mana bagi mereka yang menghalangi wartawan dalam menjalan tugasnya bisa dikenakan pidana.

“Dalam UU Pokok Pers jelas diatur dalam pasal 18 yang berbunyi, ‘Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)” jelasnya.

Ketua PWI Sumsel Oktaf Riyadi saat dimintai komentarnya terkait insiden yang diduga melecehkan profesi jurnalistik tersebut Senin (12/11/2018) mengatakan, PWI Sumsel menyayangkan pelarangan dan intimidasi yang dilakukan oleh walpri orang pertama di Sumsel tersebut.

Seperti diketahui Raja Adil Siregar dalam surat terbukanya menjelaskan kronologis keributannya dengan staf pengawal pribadi Gubernur Sumsel di acara PT Sampoerna di PTC, Sabtu (10/11).

Saat itu Raja Adil hendak wawancara dengan Gubernur Herman Deru terkait UMKM di Sumsel. Karena kondisi yang sempit, dirinya sempat minta izin dengan walpri berpakaian safari hitam lengkap.

“Karena jarak saya dengan Gubernur jauh dan tidak bisa bertanya, saya bilang mau izin untuk ke depan. Saat itu saya ingin bertanya terkait UMKM, tapi perut saya selalu dihalangi dan tidak bisa maju ke depan. Padahal saat itu ada wartawan lain (Mba Dinda, dll) di depan dan masih ada jarak untuk saya maju sedikit,” ungkap Raja Adil.

Saat wawancara hampir selesai, dia mengaku mencoba maju dan menanyakan ulang terkait UMKM. Beberapa kali Raja Aidil Siregar mencoba bertanya dengan gubernur.

Namun dia mengaku tetap ditarik dari belakang saat wawancara. Selesai wawancara dia mengaku sempat bilang “Izin saya wartawan, saya dari media dan saya tahu kapasitas saya Mas. Saya bisa jaga jarak kok, nggak mungkinlah saya dorong-dorong,” ujarnya.

Entah apa yang terjadi, tiba-tiba seorang walpri menarik dan mendorong dirinya ke belakang. Saat itu ada Karo Protokol Pemprov, Pak Iwan menanyakan “Ada apa, ada apa,”.

Tetapi walpri berseragam safari lengkap datang beberapa orang dan menyorong saya keluar dari kerumunan. Untungnya dirinya saat itu tidak jatuh.

Saat akan mundur ke belakang, lagi-lagi walpri datang dan menyorong sambil melontarkan kalimat yang kalau tidak salah saya, “Memangnya kenapa kau, ha?,” sambil mendorong kebelakang.

Saat itu suasana semakin panas setelah dirinya didorong dan masih berusaha menjelaskan. Tiba-tiba teman-teman media lain datang, saya sempat ditarik ke belakang. Tapi tetap saja beberapa walpri mengejar saya dan mengajak berkelahi.

TEKS : SUMSELUPADTE.COM




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *