Orderan palsu merugikan driver Go-Jek jujur. Di Sumsel perilaku masih baik

Teuku Parvinanda, Head Regional Corporate Communications GO-JEK (Foto.Dok.KSOL/Putra AP)

PALEMBANG  I  KSOL — Pepatah klasik tertulis; satu tandan pisang tak akan semuanya masak dengan baik. Ada ada saja pisang yang busuk. Pun demikian halnya pada sebuah perusahaan. Tak semua karyawan dan pekerja berlaku jujur. Ada saja yang melakukan pelanggaran etika.

Hal itu pula yang juga menimpa perusahaan Go-Jek. Sedemikian ketat sistem yang diterapkan, tapi faktanya ada saja driver nakal yang melakukan orderan palsu. Padahal, menurut aturan perusahaan Go-jek, hal itu termasuk dalam perilaku nakal yang dapat mencederai citra perusahaan GO-JEK. Diantara orderan palsu, misalnya nembak, atau mencuri titik.

“Nembak, mencuri titik atau orderan palsu dapat mencederai citra positif perusahaan GO-JEK. Cara ini adalah cara nakal dan sangat tidak terpuji,” ujar Teuku Parvinanda, Head Regional Corporate Communications GO-JEK, ketika ditemui kabarsumatera.com di Taman Kenten Resto dan Cafe, Palembang, Kamis (25/10/2018).

Menrut Teuku, Perilaku nakal itu, sebenarnya bukan hanya perusahaan saja yang diciderai. Tetapi hal itu juga merugikan driwvr yang jujur.

“Bayangkan, kalau driver jujur bersusah payah mencari penumpang, tapi dikecewakan dengan sikap driver yang mencuri titik dengan melakukan orderan palsu. Pasti driver yang jujur kecewa ,” tambah Andri — panggilan akrab Teuku Parvinanda.


Pernyataan Andri itu, terkait dengan sejumlah laporan yang masuk di perusahaan Go-jek. Kali itu, Andri belum bisa menjelaskan data yang tercatat di perusahaan GO-Jek terkait perilaku orderan palsu driver. Sebab hingga saat ini hal itu masih dalam masih bentuk laporan, bukan dalam bentuk angka.

“Sejauh ini, kalau dihitung angka, saya kurang tahu berapa jumlah dan dampak orderan palsu yang dilakukan driver GO-Jek nakal. Tapi kalau laporan perilaku nakal (orderan palsu) yang masuk di perusahaan GO-Jek memang banyak sekali,” kata Teuku Parvinanda di sela-sela acara Festival Mitra GO-JEK “Kolaborasi tanpa batas,” Kamis (25/10/2018).

Di Sumsel masih baik

Ditanya perilaku driver di Sumsel, Andri menjelaskan, hingga saat ini untuk wilayah Sumsel masih terbukti jujur dan berperilaku baik.

“Untuk wilayah Sumatera Selatan, Alhamdulillah perilaku nakal seperti orderan palsu tidak terjadi. Semua mitra GO-JEK di Provinsi Sumsel baik dan mayoritas berperilaku jujur,” lanjut presenter Kompas TV di program primetime Kompas Petang dan Kompas Malam ini.

 

KOPDAR — Suasana peserta Gelaran Festival Mitra GO-JEK “Kolaborasi tanpa batas” ini dikemas dalam Kopi darat (Kopdar) Akbar di kawasan Taman Kenten Resto dan Cafe, Jl. AKBP Cek Agus No 3. Palembang, Kamis (25/10/2018). (Foto. Dok. KSOL/Putra AP).

Mengantasi persoalan orderan palsu yang dilakukan driver nakal, Andri mengatakan pihaknya sudah menyiakan solusi terbaik. Dalm hal ini, kata Andri, Go-Jek sangat tegas terhadap para pelanggar.

“GO-JEK tegas dengan perilaku orderan palsu yang dilakukan driver nakal. Contohnya dengan memberikan surat peringatan atau pemutusan mitra kerja dengan driver tersebut. Setidaknya langkah ini dapat memberikan pembelajaran bagi driver-driver lain,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ade Hermawan (33), Ketua Komunitas GO-JEK SOP (Saudara Ojol Palembang), mengatakan, perilaku driver GO-Jek yang nakal dengan melakukan orderan palsu sangat tidak bermoral.

“Sangat tidak bermoral. Dan saya pribadi minta tolong perusahaan GO-JEK, agar perilaku orderan palsu ini segera dideteksi. Jadi kalau sudah terdeteksi, kita akan tahu akun GO-JEK tersebut palsu atau asli,” ujar  Ade, Kamis (25/10/2018).

Menurut Ade, perilaku nakal driver GO-Jek ini seringkali terjadi saat kondisi sedang sepi penumpang. Seharusnya, setiap driver tetap menjalankan orderan yang baik dan benar, meskipun kondisi penumpang sedang sepi.

“Dalam situasi sepi penumpang dan terjepit, biasanya beberapa oknum driver GO-JEK akan melakukan perilaku nakal seperti orderan palsu,” tambah Ade ketika ditemui di acara Festival Mitra GO-JEK ; Kolaborasi tanpa batas,” di Kenten, Palembang, Kamis (25/10/2018).

Meskipun di Sumsel belum ada catatan orderan palsu, namun Ade mengajak kepada semua driver GO-JEK harus menjalankan orderan yang baik dan tidak berbohong. Menurutnya, driver harus jujur menjalankan orderan.

“Driver GO-JEK harus jujur, menjalankan orderan yang baik dan benar. Lakukanlah layanan berdasarkan pemesanan dan berusahalah untuk tidak merugikan orang lain, baik driver maupun customer GO-JEK,” kata Ade ketika ditemui bersama Komunitas SOP-nya, di Kenten, Palembang, Kamis (25/10/2018).

Hal serupa juga dikatakan Rizky Putra Pratama (22), salah satu driver GO-Jek lainnya di Palembang. Menurut Rizky, perilaku orderan palsu sangat jelas akan merugikan perusahaan GO-JEK. Bahkan, sikap menyimpang itu sangat mungkin menjadi pemicu munculnya sikap ketidaksabaran driver GO-Jek.

“Perilaku orderan palsu akan merugikan perusahaan GO-JEK. Dan pemicu dari sikap buruk ini adalah ketidaksabaran driver untuk mencari penumpang, padahal hal itu tidak boleh dilakukan,” ujar Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Universitas Islam Negeri (UIN-RF) Raden Fatah Palembang ini, Kamis (25/10/2018).

Rizky menambahkan, keinginan menambah point dan mendapat bonus seharusnya tidak dijadikan alasan driver untuk melakukan perilaku nakal dan melanggar aturan perusahaan. Sebab perilaku itu sangat tidak terpuji.

“Jangan mencari jalan pintas seperti orderan palsu, agar driver mendapat bonus dan point yang banyak. Karena hal itu sangat tidak terpuji, jujurlah bekerja sebagai seorang driver,” tambahnya.

Gelaran Festival Mitra GO-JEK “Kolaborasi tanpa batas” ini dikemas dalam Kopi darat (Kopdar) Akbar. Acara ini dihadiri sekitar 500 mitra driver di Palembang. Kopdar Akbar kali ini dilaksanakan pada Kamis (25/10/2018), mulai pukul 16.00 – 21.00 WIB di kawasan Taman Kenten Resto dan Cafe, Jl. AKBP Cek Agus No 3. Palembang.

TEKS : MUHAMMAD RIDHO   I  FOTO  : PUTRA ANWAR PRATAMA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *