Persunting Gadis Palembang, Wako Pangkal Pinang Lepas Status Dudanya

BANGKA   I  KSOL  — Wali Kota Terpilih pada Pilkada Kota Pangkalpinang 2018 akan resmi melepaskan status dudanya pada 21 Oktober 2018.

Maulan Aklil alias Molen akan mempersunting seorang gadis bernama Monica Haprinda, putri Hapri Dharmayanto dan Linda Yosefa.

Akad nikah akan berlangsung di Pool Side Aryaduta Hotel Palembang Square-Palembang Pukul 07.30 Wib dan kemudian dilanjutkan acara resepsi.

Penelusuran Bangka Pos, akun facebook Monica Harpinda memajang foto p prewedding.
Di akun tersebut, Monica memberi keterangan dirinya bekerja di Biro Humas dan Protokol di Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ia juga bekerja di Professional Make Up Artist.

Sementara Maulan Aklil sebelumnya merupakan pejabat di Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Pangkalpinang dan terpilih.

Maulan berstatus duda sejak Hj Diana meninggal dunia. Maulan memiliki empat orang anak.

Mohon Doa Restu

MAULAN Aklil duduk di kursi yang diletakkan di halaman rumah sanak keluarganya di Jalan Bukit Merapin, Pangkalpinang pada Minggu (14/10) sore lalu.

Mengenakan batik merah, ia hadir memenuhi undangan acara keluarganya.

Ia meminta ditemui Bangka Pos di tempat itu untuk diwawancarai mengenai janji nikah massal saat kampanye lalu.

Molen mengaku punya sedikit waktu luang pekan ini. Sore itu juga ia akan segera berangkat ke Palembang.

Akan susah jika diwawancarai via telepon karena duda dengan empat anak ini ternyata tengah bersiap melangsungkan pernikahan keduanya.

Molen akan menyunting seorang gadis Palembang, berusia 23 tahun, bernama Monica Haprinda.

Pernikahanya akan digelar di Palembang pada Minggu, 21 Oktober 2018. “Saya mohon doa restu‎, dan kehadiran dari kawan-kawan,” kata Molen saat berbincang dengan Bangka Pos.

Molen terdengar menghindari untuk banyak membahas siapa sosok calon istrinya.

Monica hanya ia perkenalkan sebagai mantan ajudan Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan 2013-2018. ‎

Yang terpenting bagi Molen, Monica diterima oleh anak-anaknya, dan juga sebaliknya.

“Jodoh, rezeki, maut, sudah ada yang ngatur. Kita tidak tahu, jodohnya saya di mana, mungkin inilah jodoh saya. Saya berdoa, mudah-mudahan pendamping saya ini bisa sampai kami menjadi kakek nenek, sampai maut memisahkan kami. Yang pasti dia sayang sama anak-anak, dan bisa mendukung pekerjaan saya ke depan. Saya bertemu tidak langsung begitubsaja, butuh proses. Yang penting anak-anak bisa setuju, ya oke,” kata Wali Kota Pangkalpinang 2018-2023 terpilih itu kepada Bangka Pos.

Selebihnya Molen banyak bercerita tentang rencana nikah massal. Sebuah janji kampanye yang kerap ia sampaikan saat masa pemilihan Wali Kota ‎Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

Menikah dengan Monica ternyata adalah bagian awal dari resepsi dan isbat massal.

Renncananya acara ini bakal dilaksanakan pada 22 Desember 2018 di rumah dinas Wali Kota, Pangkalpinang.

Akan ada puluhan pasangan lain yang merayakan resepsi pernikahan bersama Molen.

Pesertanya adalah pasangan yang sebelumnya mengikut Isbat nikah ‎secara massal karena belum memiliki surat nikah.

“Isbat nikah ini gratis, resepsinya gratis, di rumah dinas Wali Kota, baju dan segala macamnya‎,” kata Molen.

Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini diketahui memang telah membuka pendaftaran bagi warga yang ingin mendaftarkan diri mereka pada program Isbat nikah ini.‎ Molen menyatakan kegiatan ini tidak akan sampai membebani keuangan daerah.

“Paling-paling hanya untuk pendukungnya. Kami cari sponsor yang siap mendukung kegiatan ini,” kata dia.

Pada resepsi nikah massal itu, rencananya juga bakal ada tiga pemecahan rekor Muri. Pertama, ‎selfie terbanyak, kedua, tarian selamat datang dengan peserta terbanyak sambil diiringi dambus, dan ketiga sajian otak-otak terbanyak.

Direncanakan pula bakal ada penampilan 15 artis nasional dari Bangka Belitung seperti Adri Manan, Rafika Duri, hingga Sandra Dewi.

“Kegiatan ini akan berlangsung sampai malam hari sekaligus pencanangan Pangkalpinang sebagai kota seribu senyuman, thousand of smile city. Program ini berisi 12 event nasional dan internasional dalam satu tahunnya,” kata Molen.

Serangkaian event ersebut, menurut Molen, menandakan tonggak bagaimana Pangkalpinang akan dibawa ke depan.

Melalui program tersebut, dia ingin memperkenalkan Pangkalpinang ke level nasional hingga internasional.

“Saya berharap kegiatan ini bukan yang hura-hura. Tujuan akhirnya adalah menjual Pangkalpinang ke dunia nasional dan internasional,” ucapnya.

Jika jadi digelar pada 22 Desember 2018, ini berarti nikah massal bakal digelar saat Molen telah dilantik sebagai Wali Kota Pangkalpinang.

Sebab, jika merujuk pada jadwal Kementerian Dalam Negeri, Molen akan dilantik pada 20 Desember 2018. Molen menyebut acara bisa saja dipercepat jika‎ rencana pelantikannya dimajukan menjadi 15 November 2018, atau satu hari setelah masa jabatan Wali Kota periode 2013-2018 berakhir pada 14 November.

“Pak Gubernur kemarin berharap pelantikan ini dipercepat. Kalau dipercepat, berarti acara ini bakal dipercepat juga. Kami sudah siap kok,” katanya.

Molen mengaku, sejak awal ia memang memiliki ide untuk menggelar nikah massal. Ini ia gagas karena data menunjukkan bahwa ada 1300 pasangan di Pangkalpinang yang belum memiliki surat nikah.

Bak pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, nikah massal itu digelar karena Molen juga baru menikah.

“Ini bisa menjual Pangkalpinang. Satu-satunya Wali Kota yang menggelar nikah massal dan baru dilantik adalah kami, ini se-Indonesia. Ini lah yang kami jadikan trigger, kami jual sesuatu yang beda. Sambil jalan, kami bikin infrastrukturnya apa, apa yang akan dijual. Saya ingin pariwisata, tinggal ikon-nya apa. Kami ingin kota seribu senyuman, thousand of smile city,” tutur Molen.

TEKS/FOTO : BANGKAPOS/TeddyMalaka/Dedy Qurniawan




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *