Bangga, Jokowi-Prabowo Masuk 500 Muslim Berpengaruh Dunia

AMMAN  I  KSOL — Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan Yordania memasukkan nama sejumlah tokoh Islam dari Indonesia ke dalam daftar 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia pada 2019. Para tokoh Muslim Indonesia yang berpengaruh beragam, mulai dari politikus, ulama, hingga seniman. Dua calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto termasuk dalam 500 tokoh Muslim tersebut.

Publikasi ini ditetapkan untuk mempertegas keberpengaruhan sejumlah Muslim di masyarakat atau yang mewakili masyarakat itu, tertulis dalam pembukaan ringkasan berjudul The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2019 yang dilansir laman www.themuslim500.com pada Jumat (19/10).


Daftar tersebut disusun Pusat Studi Strategis Islam Kerajaan (RSISC) yang diklaim sebagai institusi riset independen. Institusi itu terafiliasi dengan Institut Pemikiran Islam Aal al-Bayt yang diklaim sebagai institut internasional Islam yang tak terikat negara manapun, meski bermarkas di Amman, Yordania.

Tolok ukur pengaruh para tokoh itu dinilai dari siapa pun yang memiliki kekuasaan, baik secara budaya, ideologi, keuangan, maupun politik, untuk membuat perubahan dan mem berikan dampak signifikan bagi dunia Islam. Daftar Muslim paling berpengaruh pada 2019 tersebut dipuncaki Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sementara, di tempat kedua ada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. Raja Abdullah II dari Yordania berada di posisi ketiga, disusul Pemimpin Besar Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Raja Maroko Muhammad VI.

Dalam daftar itu, Presiden Joko Widodo serta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dan Habib Luthfi bin Yahya masuk dalam 50 tokoh Muslim 2019 berpengaruh di dunia. Joko Widodo berada di posisi ke-16, sementara Said Aqil Siradj di posisi ke-20.

Presiden Jokowi terkenal dengan kunjungan mendadaknya untuk melihat dan mendengar secara langsung dari masyarakat setempat. “Hal ini membuatnya dapat mengetahui langsung permasalahan maupun kritik-kritik sehingga membangun hubungan personal yang kuat dengan masyarakat,” demikian dikutip dari buku tersebut.

Terdapat 13 kategori individu Muslim yang tercakup dalam buku itu, yakni akademisi bidang agama, politisi, pejabat urusan agama, ustaz dan pembimbing agama, pegiat sektor filantropi/amal dan pembangunan, isu sosial, bisnis, iptek, seni dan budaya, pelantun Alquran, media, bintang olahraga dan selebritas, ataupun ekstremis.

Sementara, pesaing Jokowi pada Pilpres 2019 nanti, Prabowo Subianto, juga termasuk dalam 450 Muslim berpengaruh dalam daftar yang sama. Kendati demikian, di antara daftar 500 Muslim paling berpengaruh tersebut, Prabowo menduduki posisi ke-32 tokoh paling populer di media sosial.

Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menilai daftar yang disusun RSISC sedianya memiliki maksud baik. Kendati demikian, menurut dia, patokan keberpengaruhan yang mereka pakai tidak dilihat secara substantif, seperti pengaruh ide.


“Ini upaya yang baik, proyek yang bagus. Namun, bagi mereka seharusnya dari tahun ke tahun juga diperbaiki,” ujar Din kepada Republika.co.id.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, tokoh yang dianggap bepengaruh harus dapat dijadikan tolok ukur dalam mengambil kebijakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam bidang agama, kata dia, mereka menjadi bagian dari indikator memajukan peradaban bangsa.

“Ada daftar ini ya setuju saja. Bagus, tapi sebaiknya dilakukan juga eventpemilihan tokoh muda yang berpengaruh melalui kriteria yang sama dan dilakukan secara selektif dengan track record yang kredibel,” katanya.

Sementara, Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imanulhaq memandang Jokowi sudah membuktikan implementasi nilai Islam, di antaranya, kejujuran, kesantunan, dan transparansi. Di tengah Islam disudutkan sebagai biang terorisme, Indonesia mampu berkontribusi terhadap Islam dan demokrasi sesuai nilai ketuhanan,” ujar dia.

TEKS / FOTO : ROL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *