Persoalan terbesar generasi milenial : pornografi dan peredaran narkoba

PALEMBANG  I  KSOL  — Generasi milinial hingga saat ini masih dihadapkan 10 persoalan besar. Dua diantarannya, pornografi dan peredaran narkoba.

“Ada 10 persoalan besar yang terjadi pada generasi millenial saat ini. Tapi yang paling mengancam adalah pornografi dan peredaran narkoba,” ujar Ir. H.M Romahurmuziy, MT, saat menjadi Keynote Speaker pada Kuliah  umum di Gedung Academik Center (AC) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Selasa (16/9/18).

Menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, 10 persoalan besar generasi milenial saat ini terbagi menjadi dua bagian; persoalan internal dan eksternal.

Pada bagian 1, menurut Romy — panggilan akrab Romahurmuziy, ada 5 persoalan internal yang terjadi di Indonesia.

Pertama; peredaran narkoba yang semakin tinggi. Kedua; konflik internal, seperti perbedaan pilihan presiden dan wakil presiden. Ketiga; tersebarnya hoax di seluruh masyarakat. Keempat; kriminalitas. Dan yang kelima; kemiskinan.

KULIAH UMUM — Ir. H.M Romahurmuziy, MT, Anggota DPR RI, saat menjadi Keynote Speaker pada Kuliah umum di Gedung Academik Center (AC) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang (16/9/18). (Foto : KSOL/Anwar Pratama)

Menurutnya, selain persoalan internal, ada juga persoalan eksternal yang terdiri dari 5 permasalahan. Masalah pertama, pesatnya pornografi. Bahkan menurut penelitian,  Indonesia menjadi negara kedua terbesar dunia yang membuka situs pornografi.

Masalah kedua; perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Ketiga; kejahatan lintas negara. Keempat; penguasaan sumber daya alam (SDA) yang dikuasai oleh negara asing seperti Amerika Serikat, Prancis dan Cina. “Dan yang kelima radikalisme dan terorisme yang mengancam nasionalisme,”  tegasnya.

Pada acara yang digelar Dewan Mahasiswa Fakultas UIN Raden Fatah Palembang ini, Romy berharap kepada civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang., agar menjadi lembaga terbuka.

“Jadikan UIN Raden Fatah Palembang sebagai institusi terbuka, yang dapat menjadi tempat diskusi dan wacana bagi mahasiswa,” tegasnya.

Romy juga berpesan kepada mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, harus tetap menjaga semangat untuk menjadi pemenang. “Kalau mahasiswa mau sukses harus belajar dari orang sukses bukan dengan orang yang stres. Jadilah Mahasiswa berkualitas, unggul dan berbeda,” tegasnya.

MEMBUKA ACARA — Prof. Drs. H. M. Sirozi, MA, P.hd. Rektor UIN Raden Fatah Palembang, saat membuka Kuliah umum di Gedung Academik Center (AC) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang (16/9/18). (Foto : KSOL/Anwar Pratama)

Mengamini ujaran Romy,  pada kuliah umum yang megusung menanamkan karakter kebangsaan kepada generasi milenial untuk merawat Indonesia dengan keberagaman’ Prof. Drs. H. M. Sirozi, MA, P.hd. Rektor UIN Raden Fatah Palembang  juga berpesan kepada mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang harus menjadi tokoh muda. Untuk mewujudkan hal itu, menurut orang nomor satu di UIN Raden Fatah Palembang ini, para alumnus harus memiliki jaringan luas dan ilmu yang tinggi.

“Anak-anak generasi millenial yang sudah lulus harus mampu menjadi tokoh pemuda. Oleh sebab itu, harus punya jaringan yang luas, ilmu yang tinggi, reputasi yang baik dan track record yang mumpuni, jangan hanya berfokus kepada IPK yang tinggi,” tegasnya Sirozi saat membuka acara tersebut.

Mengiringi pernyataan diatas, Muhammad Faisal Ma’ruf, Ketua Pelaksana, Muhammad Faisal Ma’ruf mengatakan munculnya generasi millenial menjadi kebanggaan Indonesia. Menurutnya, dengan bonus demografi ini dapat berdampak pada kreatifitas mahasiswa di seluruh Indonesia, terkhusus di UIN Raden Fatah Palembang.

Oleh sebab itu, Faisal berharap agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan. “Mahasiswa harus menjadi agen perubahan, yang berilmu dan berwawasan. Selain itu penyebaran hoax juga harus diberantas oleh generasi millenial,” tambahnya.

Acara ini dihadiri seluruh mahasiswa baru UIN Raden Fatah Palembang, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Badan Eksektutif Mahasiswa (BEM) UIN Raden Fatah Palembang dan sejumlah tokoh di Sumatera Selatan.

TEKS : MUHAMMAD RIDHO   I  FOTO : ANWAR PRATAMA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *