Opera Ainun, Kisah Cinta Sejati Penuh Pengorbanan



JAKARTA   I   KSOL — Perjalanan 48 tahun kebersamaan Bacharudin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Besari dituangkan dalam wujud opera. Pementasan bertajuk Opera Ainun itu merepresentasikan kisah cinta sejati keduanya yang penuh pengorbanan.

Opera Ainun diadaptasi dari novel Habibie dan Ainun yang dikembangkan dan diubah wujudnya menjadi sekitar 18 untaian lagu. Sepanjang 135 menit durasi dengan jeda 15 menit, opera dibagi menjadi tiga babak yang merupakan tiga periode waktu dengan latar berbeda.

Babak pertama berlangsung di Bandung, Indonesia, menunjukkan hari-hari Ainun sebagai dokter muda dan perjumpaannya kembali dengan Rudy (nama kecil Habibie). Sementara babak kedua memiliki latar di Oberforstbach dan Hamburg di Jerman, saat keduanya telah menikah.

Jakarta, Indonesia, menjadi lokasi latar babak ketiga, ketika Habibie dan Ainun kembali ke tanah air. Gonjang-ganjing pergolakan bangsa ditampilkan pula pada babak pamungkas ini, hingga Ainun yang jatuh sakit dan mengembuskan napas terakhir.

Seperti lazimnya opera, dialog para pemeran dituturkan dalam bentuk nyanyian. Para pemeran sekaligus penyanyi opera itu antara lain Andrea Miranda, Jessica Januar, Farman Purnama, Renno Krisna, Christine Tambunan, Dani Dumadi, Ray Hamonangan, dan puluhan lainnya.

Lirik yang dinyanyikan sangat puitis, salah satunya yang dilantunkan pemeran Rudy dewasa. Syair itu berbunyi, “Meski kadang hadirku dan hadirmu berjarak, tapi aku percaya, di antara semua yang terlihat, ada ruang kedap yang tak kasat, hanya kita isinya.”

Opera Ainun melibatkan puluhan nama tersohor dalam dunia pementasan. Purwa Tjaraka didapuk sebagai komponis yang memimpin 35 pemain musik orkestra, bersama Ari Tulang sebagai sutradara dan koreografer, Titien Wattimena sebagai penulis naskah dan libretis, serta Nin Djani sebagai penulis cerita.

Proses produksi pertunjukan merupakan hasil kolaborasi antara Lima Dimensi Production (LiDi), dengan dukungan penuh dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Ikatan Alumni ITB ’81. Sebelum menjadi opera, kisah Habibie dan Ainun dalam novel juga pernah diangkat menjadi film layar lebar yang sukses besar.

“Selaras dengan kisah cinta Habibie dan Ainun yang terjalin di dua benua, dalam menceritakan kembali cerita ini kami pun memilih format opera yang menunjukkan perkawinan budaya Indonesia dan Eropa,” ungkap Ketua LiDi Sapti Wahyudi.

Opera Ainun dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu dan Ahad (15/9-16/9). Terdapat empat kali pertunjukan, yakni jadwal pukul dua siang dan pukul delapan malam selama dua hari pementasan.

TEKS/FOTO : ROL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *