Tak Jadi Cawapres, Mahfud Diajak Jadi Tim Pemenangan Jokowi

JAKARTA  I  KSOL — Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan Mahfud MD diminta masuk dalam struktur tim pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Romahurmuziy menilai kemampuan Mahfud sudah tidak diragukan lagi dalam kancah perpolitikan nasional.

“Kita tentu memohon kesediaan beliau dan komunikasi masih terus dilakukan, pada saatnya nanti, tentu akan dijawab oleh beliau,” ujar Romi, sapaan akrabnya, usai mengantar Jokowi-Ma’ruf di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat (10/8).

Romi mengungkap ia juga sudah berkomunikasi dengan Mahfud MD setelah Jokowi mengumumkan nama Ma’ruf sebagai cawapresnya. Sebab ia juga tidak membantah nama Mahfud menguat jelang keputusan cawapres oleh Jokowi.

“Saya pribadi baru sempat bertelpon dengan Pak Mahfud semalam setelah pengumuman di restoran dan saya baru akan bertemu dengan beliau dalam kesempatan ke depan,” kata Romi.

Sebelumnya nama Mahfud santer dikabarkan menjadi cawapres pilihan Jokowi, sebelum Ma’ruf diumumkan sebagai cawapres. Bahkan, Mahfud sempat menyambangi sebuah restoran yang tepat berada di seberang Restoran Plateran, tempat Jokowi dan Partai Koalisi bertemu.

Kabar beredar di kalangan wartawan, Mahfud akan ikut mendeklarasikan dengan Jokowi pukul 18.00 WIB. Namun, setelah ditunggu-tunggu, Mahfud tak kunjung berpindah restoran.
CLOUD SERVER HOSTING SERVICE IN UK

Malamnya usai pengumuman, Mahfud langsung ditemui Jokowi secara langsung. Kepada Jokowi, Mahfud mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Mahfud menegaskan ia memang terkejut, tetapi tidak kecewa.

“Saya sampaikan ke Pak Jokowi, saya tidak kecewa tetapi memang kaget, tetapi sekarang sudah selesai kagetnya dan saya katakan Pak Jokowi nggak usah merasa bersalah atau apa, saya bilang nggak usah, wong saya pun tidak apa,” ujar Mahfud kepada wartawan di kantor MMD Initiative, Matraman, Jakarta, Kamis (9/8).

Mahfud mengaku memahami posisi Jokowi. Selain itu, Mahfud yang sudah pernah menjadi anggota DPR RI dari PKB sudah mafhum bahwa politik sangat dinamis.

“Seumpama saya jadi Pak Jokowi mungkin saya akan melakukan hal yang sama karena kan situasinya ini politik, permainan politik, dan di dalam permainan politik segala sesuatu bisa terjadi,” ujar Mahfud.

TEKS : ROL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *