Hakim yang memeriksa adik saya berpihak? Ini Jawaban PKY Sumsel

Kolom Yudisial Edisi Agustus 2018

Sampaikan informasi/konsultasi/pertanyaan/tanggapan/saran/kritik anda seputar persidangan dan etika/perilaku hakim di dalam maupun luar dinas
kepada: Penghubung Komisi Yudisial Republik Indonesia
Wilayah Sumatera Selatan
melalui email: penghubungky@gmail.com atau pkysumsel@komisiyudisial.go.id
Respon akan dimuat setiap 3 pekan

Pertanyaan Masyarakat:

1. Kami perwakilan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta non hukum di Sumsel bermaksud melakukan kegiatan bersama PKY Sunsel apakah ada peluangnya?

Pengirim : Fitri di Sekayu. fitrhee_yanti@yahoo.com

Respon:
PKY Sumsel sangat menyambut baik keinginan dari adik-adik mahsiswa. Silahkan disampaikan permintaannya, boleh via email penghubungky@gmail.com, via pos ke alamat Jalan Jenderal Sudirman KM 2,5 Nomor 7490 (Gedung Baznas Blok kiri, Depan Kodam II Sriwijaya) telpon 0711-5734945, maupun via telepon untuk kita tindak lanjuti. Namun sebaiknya adik datang langsung ke kantor untuk dilakukan rembuk perencanaan kegiatan tersebut. Terima kasih.

Pertanyaan Masyarakat:

2. Hampir tiga bulan adik saya diperiksa di salah satu pengadilan di Sumsel ini dan sebagai anggota keluarga saya sangat khawatir adik saya akan dihukum berat karena hakim yang memeriksa cenderung berpihak kepada jaksa dan polisi. Saat pemeriksaan saksi dari pihak kami tidak luas diberikan kesempatan dan selalu dikatain tidak tahu hukum. Mohon kepada Komisi Yudisial informasinya bagaimana cara melaporkan hakim seperti itu.

Pengirim : Handoko di Lubuk Linggau. handoko@yahoo.com

Respon:
Cara melaporkan dugaan pelanggaran kode etik oleh hakim ke Komisi Yudisial sangat mudah. Silahkan untuk menyiapkan syarat formil (KTP/SIM/Paspor), dan syarat materiil (fotokopi dakwaan/eksepsi/pledoi, disertai video, audio visual, rekaman persidangan, foto, dan kliping koran bila ada. Silahkan datang langsung ke kantor PKY Sumsel di Jenderal Sudirman KM 2,5 Nomor 7490 Telp: 0711-5734945 (Gedung Baznas Blok kiri, Depan Kodam II Sriwijaya) untuk kami lakukan penggalian informasi secara mendalam. Terima kasih.

Pertanyaan Masyarakat:

3. Mohon KY menginformasikan kepada kami masyarakat awam contoh-contoh perilaku hakim yang bisa kami laporkan saat hakim bekerja di pengadilan.

Pengirim : Hadi Ismanto di Pangkalan Balai. Ismanto.hadi@yahoo.com

Respon:
Saudara Hadi contoh pelanggaran etika dan perilaku hakim saat berdinas/bekerja di pengadilan yang dapat dilaporkan diantaranya parsial atau berpihak dalam pemeriksaan, tidak jujur atau rekayasa dalam menyusun pertimbangan hukum, berbohong dalam membuat pertimbangan hukum, membentak pihak berperkara, tidur atau tidak memperhatikan jalannya sidang, berkata tidak terpuji atau arogan, melanggar hukum acara tanpa argumen yang masuk akal, dan melakukan perbuatan buruk atau tercela lainnya misalnya mabuk-mabukan di pengadilan.

Pertanyaan Masyarakat:

4. KY bisakah putusan/vonis hakim dilaporkan ke Komisi Yudisial?. Mohon informasi.

Pengirim : Jhoni di Muara Enim. Jhoni@gmail.com

Respon:
Saudara Deni, putusan hakim dapat dilaporkan ke KY dengan catatan putusan tersebut terindikasi aneh/tidak masuk akal. Jika memenuhi prasyarat demikian silahkan saja dilaporkan ke Komisi Yudisial asalkan dengan fakta dan bukti yang jelas, baik formil maupun materil. Bukti formil (KTP/SIM/Paspor, KTA khusus advokat, surat kuasa khusus bagi yang menggunakan kuasa) dan bukti materiil (fotokopi salinan resmi putusan/penetapan yang dilaporkan yakni mengikuti tingkat peradilan, seperti tingkat pertama, banding, kasasi dan PK, disertai video, audio visual, rekaman persidangan, foto, dan kliping koran bila ada, atau keterangan saksi minimal 2 orang secara tertulis di atas kertas bermaterai). Sekedar informasi, Komisi Yudisial tidak memiliki kewenangan mengubah putusan hakim, dan laporan yang diproses hanya dilihat dari aspek etika dan perilaku hakim saja, yakni apakah dalam proses putusan telah terjadi pelanggaran KEPPH (Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim).

Pertanyaan Masyarakat:

5. Penghubung Komisi Yudisial mohon menggelar kegiatan di Pagaralam karena masyarakat disini banyak yang belum paham tentang peradilan yang bersih dan tentang KY itu sendiri.

Pengirim : Ayu Hastari di Pagaralam. Ayu_hastari@yahoo.co.id

Respon:
Terima kasih saudara Ayu atas perhatiannya. Sebagai perpanjangan tangan Komisi Yudisial di daerah, Penghubung Komisi Yudisial pasti akan bersinergi dengan masyarakat Pagaralam dan daerah lainnya, sebab Komisi Yudisial juga sangat terbuka untuk berdialog dengan masyarakat. Diharapkan agar saudara dan masyarakat di Pagaralam terus menjadi mitra kami dalam mengawal peradilan. Salam.

Pertanyaan Masyarakat:

6. KY sebaiknya rajin-rajin sidak pengadilan di daerah karena banyak mafia hukumnya.

Pengirim : Tantowi di Lubuk Linggau. RTantowi.indrra@gmail.com.

Respon:
KY sangat mengapresiasi perhatian yang saudara berikan terhadap proses peradilan, terutama etika dan perilaku hakim. Jika memang menemukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim, kami tekankan untuk didokumentasikan agar dapat menjadi bukti penunjang, dan segera komunikasikan dengan kami di kontak 0711-5734945 atau melalui email penghubungky@gmail.com. Kami akan telusuri dan sampaikan ke bagian investigasi KY untuk ditindaklanjuti. Terima kasih dan kami harap saudara terus menjadi mitra kami dalam mengawal peradilan, khusnya etika dan perilaku hakim di dalam dan luar dinas.**




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *