Tarech Rasyid : Tak ada alasan menolak Tim Transisi HDMY

PALEMBANG  I  KSOL  — Secara moral tidak ada alasan menolak kehadiran Tim Transisi HDMY yang kelak dibentuk guna singkronisasi program pemerintahan provinsi Sumsel yang sedang berjalan dengan program-program yang menjadi janji-janji kampanye Gubernur Sumsel yang terpilih. Demikian dikemukakan Dr. Tarech Rasyid, M.Si, dosen FISIF UIN Raden Fatah dan Universitas IBA saat dihubungi melalui telpon seluler, Minggu (29 Juli 2018).

Pendapat Tarech Rasyid tersebut merupakan respon terhadap rencana Gubernur Sumsel terpilih, Herman Deru, yang akan membentuk Tim Transisi dan mendatangi pihak DPRD Provinsi dan Pemprov Sumsel. Tujuannya untuk berdialog dan memastikan singkronisasi program HDMY dengan program Pemprov Sumsel yang sedang berlangsung di masa mendatang.

Dikatakan Penulis Buku Hak Asasi Manusia ini, bahwa tujuan Tim Transisi HDMY itu pada hakekatnya adalah untuk mensingkronisasikan visi dan misi serta janji-janji Kampanye dengan program-program Gubernur Lama baik pada APBD Perubahan maupun APBD pada awal tahun 2019.

“Tim Transisi itu bekerja untuk memastikan program gubernur baru yang sejalan dengan program pemerintahan gubernur lama sehingga dapat menjawab aspirasi masyarakat, juga bisa memuluskan proses transisi. Hal ini wajar saja terjadi manakala ada proses pergantian kepala daerah secara demokratis. Di samping itu, ada regulasi yang memungkinkan untuk melaksanakan transisi bagi pemimpin yang terpilih dan belum dilantik. Dalam konteks ini, secara moral, tidak boleh siapapun menghalangi atau menghambat langkah-langkah Tim Transisi ,” ujar mantan Koordinator Sekolah Demokrasi Sumatera Selatan yang juga dikenal sebagai mantan wartawan ini.

Gubernur Terpilih, Herman Deru bersama pengurus Partai Hanura. (Foto.Dok.KSOL)

Menurut tokoh aktivis NGO/LSM di Sumsel ini, baik eksekutif maupun legislatif hendaknya membuka pintu bagi Tim Transisi HDMY. Jika ada upaya untuk menghambat dan menghalangi kerja Tim Transisi HDMY, maka tindakan tersebut sama halnya dengan pengkhianatan terhadap masyarakat. Sebab, program-program yang disingkronisasikan itu pada dasarnya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Tarech Rasyid meyakini bahwa Tim Transisi HDMY kelak akan diterima dengan hati terbuka baik oleh pihak eksekutif maupun legislatif. Karena mereka menyadari program2 yang akan diintegrasikan itu semata-semata untuk pembangunan Sumsel dan kesejahteraan masyarakatnya yang kemudian semua program itu terakomodir dalam RAPBD 2019. “Saya yakin transisi di Sumsel akan berjalan dengan mulus karena menyadari semuanya untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

TEKS : TIM KSOL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *