Ikuti Seleksi Beasiswa YBM PLN, Mahasiswa ini lancar lafadzkan Juz 30

PALEMBANG   I   KSOL  — M. Ridwan adalah satu dari 400-an orang yang hadir di Masjid Nurul Ikhwan untuk mengikuti tahapan wawancara dalam rangkaian Program santunan Beasiswa Cahaya Pintar, Minggu (22/07/18) lalu. Program santunan Beasiswa Cahaya Pintar ini merupakan bantuan biaya pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga yang kurang mampu yang tergolong ‘mustahiq’.

“Alhamdulillah, meskipun saya tunanetra, namun saya tetap semangat mengikuti program ini, dengan harapan dapat lolos dalam seleksi wawancara dari pendaftar lainnya,” katanya saat usai mengikuti tes wawancara.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Patah Palembang Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) tersebut mengatakan ia sempat pesimis bisa lolos dalam seleksi ini, karena peserta tes mencapai ratusan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi, “Saya juga sempat ragu mas, karena keterbatasan fisik, tapi saya yakin dan berserah diri saja kepada Allah SWT”, ungkapnya.

Ridwan menceritakan, dirinya mengetahui informasi tersebut dari temannya melalui group salah satu aplikasi ponsel, dan dia pun datang dengan diantar oleh temannya, ternyata jumlah peminat beasiswa ini sangat banyak. Pemuda yang berasal dari Pematang Panggang Kabupaten OKI ini pun berkeinginan dirinya dapat lolos seleksi, dengan harapan dapat membiayai kuliahnya.

Sementara, Nursiwan Ketua YBM PLN Wilayah S2JB mengungkapkan, sebagai pihak penyelenggara dirinya sangat senang sekali melihat para calon peserta yang datang dari Palembang dan luar Palembang seperti dari Kabupaten OKI, Banyuasin, Ogan Ilir dan lain sebagainya.

“Animo masyarakat sangat besar, dan kami sangat senang apabila program ini nantinya dapat berguna banyak bagi masyarakat luas, terutama bagi para ‘mustahiq’ yang membutuhkan”, ungkapnya di sela-sela kegiatan seleksi.

Ia juga memantau kegiatan wawancara yang dilakukan oleh puluhan panitia yang tergabung dalam pengurus YBM. “Sepintas saya lihat tadi ada peserta tunanetra dari desa Pematang Panggang dan ia hafidz Qur’an, saya berharap bisa ikut terjaring, namun saya sampaikan bahwa mekanisme seleksi tetap dilakukan sesuai prosedur ,”tutupnya.

TEKS : REL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *