Begini Penjelasan Ketua PWI Muara Enim, Terkait Studi Banding ke Jogyakarta

MUARA  ENIM    I   KSOL  —  Terkait adanya pemberitaan yang mendiskreditkan organisasi profesi wartawan, yang mengatakan salah satu organisasi wartawan memanfaatkan dana hibah untuk pelesiran di media on line Police Wacth beberapa waktu lalu, dibantah keras oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim,Sumatera Selatan, melalui Ketuanya Andi Candra SE yang juga didampingi Panitia Pelaksanaan kegiatan Study Banding, di Sekretariat PWI Kabupaten Muara Enim, Rabu (18/7/2018).

Menurut Andi, apa yang dilakukan organisasinya adalah salah satu program kerja PWI Muara Enim yakni dalam hal melaksanakan studi banding ke PWI Provinsi Daerah Istimewah Yogyakarta. “Kegiatan itu jelas dan nyata, sudah teragenda dalam program kerja tahun ini.

Kita kesana berkunjung langsung ke kantor PWI DI Yogyakarta dan diterima langsung oleh Ketua PWI DIY, Bapak Drs Sihono HT M. Si dan jajaran kepengurusan disana. Jadi tidak benar jika kami kesana hanya untuk pelesiran yang sia-sia dan tidak membawa misi. Pemberitaan yang beredar oleh media tersebut jelas tidak profesional, karena kami (PWI Muara Enim,red), sama sekali tidak dikonfirmasi langsung, sehingga pemberitaannya berat sebelah dan ceenderung ke opini,” tegas Andi,yang juga diamini oleh pengurus dan anggota lainnya.

Andi mengungkapkan, justru banyak hal yang pihaknya dapatkan dari hasil studi banding tersebut, diantaranya dapat mengetahui bagaimana PWI DIY bisa mendapatkan kantor sekretariat dari bantuan Pemerintah Provinsi DIY. Disana juga, lanjut Andi, pihaknya belajar cara mendirikan dan mengelola Koperasi Simpan Pinjam yang bertujuan untuk mensejahterakan anggota PWI.

“Jadi pertemuan tersebut bersifat diskusi dan tanya jawab. Anggota PWI Muara Enim mendapat edukasi dari Ketua PWI DIY, tentang bagaimana cara membuat berita yang baik dan benar bukan berita bohong atau hoax, tanpa kroscek, serta bagaimana sumbangsih PWI terhadap pembagunan di Jogyakarta ,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, tambah Andi,  PWI Muara Enim mendapatkan Piagam Deklarasi Yogyakarta hasil konferensi  23 PWI Provinsi se-Indonesia yang ditanda tangani oleh Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubowono X.

PWI Muara Enim juga berkesempatan mengunjungi beberapa objek tempat wisata, yang menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan yang datang ke kota Gudek, Jogyakarta, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan kawasan wisata di daerah Kabupaten Gunung  Kidul. Kunjungan wisata ini, kata Andi, untuk mengajarkan kepada wartawan anggota PWI Muara Enim, bagaimana memperkenalkan objek wisata melalui karya tulis.

“Kita juga dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim, mengenai tata kelola area wisata untuk diterapkan di Muara Enim,” paparnya.

Lebih lanjut Andi mengatakan, kegiatan studi banding itu di ikuti oleh sebanyak 30 anggota PWI Muara Enim dan didampingi oleh satu orang staf dari Bagian Humas Protokol Muara Enim. Dirinya juga membenarkan jika studi banding itu menggunakan dana hibah sesuai RKA yang diterima.

“Sesuai tupoksi, sudah dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim pada tahun 2017 lalu untuk kegiatan 2018 ini. Terkait adanya pendamping dari Bagian Humas dan Protokol satu orang, anggaran pendamping menggunakan anggaran tersendiri dari Bagian Humas dan Protokol,” tutupnya.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN l EDITOR : TIM KSOL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *