HMI MPO Palembang kutuk keras sikap anarkisme polisi pada Mahasiswa

PALEMBANG I  KSOL — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Palembang mengutuk keras tindakan anarkis aparat kepolisian yang menyebabkan jatuh korban 7  mahasiswa. Hal ini dikatakan, Febri Walanda Ketua HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam menyikapi kericuhan dan chaos yang terjadi dalam aksi  memeringati 20 tahn reformasi di depan Istana Negara.  Kondisi saat ini ketujuh korban tersebut telah dirawat di rumah sakit Tarakan Ruang IGD dengan kondisi kritis.

Seperti diberitakan, pada aksi yang dilakukan HMI MPO berakhir chaos. Kontak fisik dan baku hantam antara mahasiswa dengan pihak kepolisian menelan tujuh korban luka-luka dari pihak mahasiswa.

“Kami cabang Palembang Darussalam mengutuk keras tindakan represif yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap aksi kawan-kawan HMI (MPO) Cabang Jakarta di depan Istana Merdeka, senin, 21 Mei 2018 kemarin.” ujar Febri .

Febri menambahkan bahwa kepolisian saat ini menggunakan cara-cara yang digunakan oleh rezim orde baru dalam menyikapi setiap kritik dan aksi massa.

“Saya pikir apa yang dilakukan oleh rezim hari ini mirip cara-cara Orba, menggunakan aparat berseragam untuk melakukan tindakan represif memukul gerakan mahasiswa yang tengah mengkritik rezim.” Tambahnya.

Ia pun menyesalkan pihak kepolisian yang tidak mampu menjalankan perannya seabgai pihak yang harusnya membuat jalannya aksi menjadi kondusif.

“Seharusnya pihak aparat kepolisian bisa menjaga kondusifitas jalannya aksi mahasiswa, bukan malah menjadi preman yang main hantam sana-sini menghadapi mahasiswa yang hanya bersenjatakan megaphone!”.

7 Mahasiswa alami luka-luka karena bentrok dengan kepolisian
Febri menambahakan bahwa HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam mendesak pihak kepolisian terutama Kapolri untuk menindak tegas dan mengusut tuntas oknum-oknum yang terlibat dalam aksi pemukulan terhadap mahasiswa tersebut.

“Kami dari cabang Palembang Darussalam mendesak Kapolri untuk bertanggung jawab dan mengusut tuntas tindakan represif dan pemukulan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap saudara-saudara kami dari cabang Jakarta yang kemarin (21 Mei 2018) melaksanakan aksi di depan Istana Negara!”

TEKS : NET




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *