Gubernur Sumsel sapa Santri pada Launching Kurikulum Tahfidzul Qur’an  di Griya Agung

PALEMBANG  I  KSOL – Ribuan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan guru-guru se-Kota Palembang hadir dalam acara Wisuda Akbar Hafidzh dan Hafidzah sekaligus dirangkai dengan Launching Kurikulum Tahfidzul Qur’an se-Kota Palembang yang diselenggarakan oleh kementerian Agama Kota Palembang, di Griya Agung Palembang, Sabtu (19/5).

Hadir dalam kesempatan ini, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin. Orang nomor satu di Propinsi Sumatera Selatan itu langsung menyapa hangat para siswa dan dewan guru MAN se-Kota Palembang yang hadir di Griya Agung saat itu. Alex Noerdin tidak membuang kesempatan untuk mensosilisasikan Asian Games 2018 kepada para siswa dan dewan guru MAN se-Kota Palembang.

Sementara itu mengenai Asian Games XVIII dikatakan Alex, dia sengaja ingin melakukan menjelaskan kepada seluruh masyarakat Sumsel mengenai apa saja manfaat, dampak dan tujuan utamanya. Hal ini kata Alex penting, karena sejak ditunjuk jadi tuan rumah Asian Games 2018 diakuinya banyak nada miring yang menganggap bahwa Asian Games hanya menghabiskan uang saja. “Banyak nada sumbang yang mengatakan Asian Games hanya menghamburkan uang, sementara rakyat masih miskin. Padahal anggapan-anggapan seperti itu salah besar,” ujarnya.

Menurut Alex Noerdin, setelah ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games  2018 tak dipungkiri hampir Rp70 triliun dana dari APBN, swasta dan pihak ketiga mengucur ke Sumsel.

Dana tersebut digunakan untuk membangun mega proyek Asian Games. Sebut saja seperti underpass, fly over, Jembatan Musi IV dan VI, kemudian RSUD Provinsi serta yang paling spektakuler adalah proyek pembangunan light  rail transport (LRT).

“Memang banyak habiskan uang, tapi itu bukan APBD Sumsel. APBD kita sudah digunakan utuk peogram-program kemajuan Sumsel, pendidikan, kesehatan dan pembangunan, termasuk pembangunan dan perbaikan jalan,” jelasnya.

Alex menegaskan seharusnya  masyarakat Sumsel bangga, karena tanpa adanya Asian Games di Palembang, mustahil sejumlah pembangunan skala besar itu bisa dilakukan serentak dalam dua tahun di Sumsel.

TEKS :  TIM KSOL   I   FOTO  :  HUMAS PEMPROV SS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *