Butuh Modal Jual Gula Jahe, Rumah Tahfidz Rahmat ajak donatur berinvestasi

PALEMBANG  I  KSOL  – Rumah Tahfidz Rahmat Palembang resmi menjadi distributor Produk Herbal Gula Jahe di Palembang. Diperkirakan, dalam 2 pekan ke depan, gula jahe ini akan segera dipasarkan ke sejumlah mini market 212 Mart di Palembang.

Namun dalam memperkuat jaringan dan penyebaran produk ini, Koordinator dan pengelola Rumah  Tahfidz Rahmat Palembang, Imron Supriyadi menyebut pihaknya masih membutuhkan modal tambahan.

Sebab untuk menjadi distributor ini, sistem yang diterapkan produsen dari Jawa Tengah menggunakan cash and carry : ada barang ada uang. “Kita saat ini sedang menjaring donatur  untuk bisa membantu, baik yang sifatnya hibah atau pinjaman sebagai tambahan modal,” ujarnya, saat dijumpai di Rumah Tahfidz Rahmat Palembang, Jumat (20/05/2018).

Santri TIDAK BERMUKIM Rumah Tahfidz Rahmat Palembang saat mengikuti pengajian rutin

Penjualan yang dilakukan selama ini, menurut dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini, sudah dilakukan secara manual, dari tangan ke tangan.  Hal ini dilakukan karena pihaknya masih terhambat minimnya modal. “Selama ini sudah kita jalankan, tetapi ya dari tangan ke tangan, promosinya dari pengajian ke pengajian, sebab modal kita masih sangat terbatas,”  ujar Imron yang juga pemimpin Redaksi Media Online www.kabarsumatera.com.

MEMBANTU PENDIDIKAN YATIM DHUAFA

Upaya yang dilakukan Rumah Tahfidz ini, menurut Imron sebagai upaya dalam menciptakan fun rising (sumber dana) dalam meningkatkan tata kelola santri, yang mayoritas Yatim dhuafa. Sebab menurut Imron, untuk membangun lembaga pendidikan Rumah Tahfidz, pihaknya mengaku tidak bisa menunggu para donatur.

“Kalau kita hanya menunggu donatur, posisi kita jadi statis. Donatur ini sifatnya pelengkap saja, bila ada sumbangan Alhamdulillah, kalaupun tidak kita punya sumber dana untuk keberlangsungan pendidikan di lembaga kami,” ujar jurnalis senior di Palembang ini.

Lebih lanjut, menurut Ketua Dewan Etik Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumsel ini, menunggu bantuan dari donatur, tidak bisa menjadi andalan untuk percepatan pengembangan lembaga pendidikan seperti Rumah Tahfidz. Sebab, di satu sisi ada saja para donatur  lupa melakukan donasi. Pada kondisi itu, tim Rumah Tahfidz harus mengingatkan setiap waktu.

Santri Rumah Tahfidz Rahmat sedang mengikuti belajar di Mushola Asy-Sarifah di Rumah Tahfidz Rahmat

Namun menurut Pembina Ikatan Media Online (IMO) Sumsel ini, akan lebih strategis bila Rumah Tahfidz Rahmat membangun unit usaha sendiri, yang diharapkan dapat menjadi back-up dana secara terus menerus, dengan tetap membuka ruang bagi donatur.

Membantu santri sebagai investasi akhirat

“Sampai saat ini kita belum memiliki donatur tetap. Jadi menurut saya salah satu solusi kita harus menciptakan sumber dana yang kita kelola, sehingga kegiatan santri, atau logistik dapur akan terjaga, tanpa tergantung dengan donatur. Jadi saya pikir dana dari donatur akan lebih produktf bila kemudian dikelola sebagai modal awal usaha yang kita kelola,” tegasnya.

Produk Gula Jahe yang akan didistribusikan ke 212 Mart

Terkait dengan hal ini, Imron membuka ruang bagi para donatur untuk membantu modal, baik yang sifatnya hibah atau pinjaman, sehingga distribusi gula jahe yang dipercayakan kepada Rumah Tahfidz Rahmat ini bisa berjalan sebagaimana harapan. “Kita terbuka. Baik yang hibah maupun pinjaman dengan bagi hasil.  Silakan hubungi kami di no HP. 0812-7127-4232. Istilah kami, dengan membantu modal di bisnis ini, sekaligus infaq sodaqoh untuk investasi akhirat,” ujarnya.

 63 Santri menunggu santunan

Seperti diketahui, Rumah Tahfidz  Rahmat Palembang hingga kini mengelola 63 santri, yang terdiri dari santri bermukim dan tidak bermukim. Diantara yang bermukim, ada yang berlatar belakang yatim dhuafa, atau warga sekitar di Palembang dan dari kabupaten di luar Palembang, misalnya dari Musi Banyuasin dan kabupaten lainnya.

Sebagian lain, ada 40 santri lain yang pulang pergi (PP) atau dalam bahasa pesantren disebut “santri kalong”, mereka mengaji pada pagi, siang, sore atau malam. Setelah shalat isyak mereka pulang ke rumahnya masing-masing. “Tapi yang bermukim, 24 jam berada dalam bimbingan dan pengawasan kami, ya mengaji, setor hafalan, latihan ceramah dan kegiatan lainnya,” tambah ayah dari 1 putri dan dua putra ini.

Bagi donatur atau warga yang ingin mengetahui tentang kegiatan Rumah Tahfidz  Rahmat, suami dari Pustrini Hayati, S.Pd.I ini menyarakna agar warga dan masyarakat bisa membuka website Rumah Tahfidz Rahmat : www.rumahtahfidzrahmatplg.com sehingga akan lebih mengetahui detail siapa dan apa Rumah Tahfidz Rahmat Palembang.**

TEKS : TIM MEDIA RUMAH TAHFIDZ RAHMAT

DONASI BISA DISALURKAN MELALUI BANK BRI Cabang Polygon Nomor REKENING : 7017-0100-6430-53-4 atas nama RUMAH TAHFIDZ RAHMAT Atau BANK MANDIRI Cabang RSU PALEMBANG Nomor REKENING : 112-000-7812-444  atas nama : MUH IMRON SUPRIYADI (Pimpinan Rumah Tahfidz Rahmat)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *