Bacaleg PSI Palembang, “Provokasi” santri pada Pesantren Ramadhan

PALEMBANG   I  KSOL  — Salah Satu Bakal calon legislatif (Bacaleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Palembang, Imron Supriyadi, menyampaikan materi public speaking dan tehnik ceramah di hadapan puluhan santri di Masjid Al Kautsar Plaju Palembang, pada Pesantren Ramadhan, Kamis (17/05/2018).

Imron yang juga dosen jurnalistik  di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kali itu “memprovokasi” santri dengan mengajarkan cara bicara dan berdiri di hadapan publik. Sesekali, secara teaterikal Imron mempraktikkan tehnik bicara yang baik.

“Tiga menit atau lima menit pertama saat kalian berdiri akan menentukan, apakah pendengar akan tertarik atau tidak. Bahkan cara kita berdiri sebelum bicara di hadapan publik juga menentukan ketertarikan audience,” ujarnya, sembari memeragakan cara berdiri dan bicara saat ceramah atau menjadi Master of Ceremony (MC).

Pada satu kesempatan, Imron yang juga pelaku sastra di Palembang, kemudian menampilkan Akbar Al Fathoni, salah satu santrinya di Rumah Tahfidz Rahmat Palembang, untuk praktik di depan peserta. Secara perlahan, Akbar kemudian berdiri dan mulai mengucapkan muqodimah layaknya ceramah para dai di hadapan jemaah.

Meski terlihat grogi, namun Akbar yang pernah ikut lomba dai di Polda Sumatera Selatan pekan silam, sudah lebiih meyakinkan dari pada sebelumnya. “Akbar ini, saat lomba di Polda Sumsel masih banyak yang lupa. Bahkan saat membaca muqodimah tidak lancar. Tapi sekarang penampilannya sudah lebih lancar. Ini hasil dari proses pembelajaran. Jadi ceramah, jadi MC atau bahkan dalam menjalani hidup ini, kita tidak bisa langsung jadi. Tapi semua butuh proses belajar,” ujar Pimpinan Rumah Tahfidz Rahmat Palembang ini.

Suasana Pesantren ramadhan di Masjid Al Kautsar Palju Palembang, Kamis (17/05/2018).

Tentang kegiatan ini, Ketua Panitia, Ustadz Abdul Rohman mengatakan Pesantren Ramdhan yang mengusung 3T (Tahsin, Tajwid dan Tilawah) ini digelar Pesantren Tahfidz Kiai Marogan akan berlangsung selama 20 hari.

“Diharapkan dengan pelatihan ini akan meningkatkan kualitas santri terutama dalam membaca yang sesuai dengan tajwid,” tegasnya.

Selain Imron Supriyadi, panitia juga menghadirkan pembicara lainnya, yaitu; Ustadz Hasby Ashidiqy, (metode menghafal dengan 7 irama imam masjidil harom), Ustadz Zakaria Anshori Al Hafidz, S.Th.I (motivator Al quran), Ustadz H Ahmad Fauzan Yayan,SQ.

Pesantren Ramadhan selanjutnya dilakukan di sejumlah masjid di Palembang secara bergilir, sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Bagi para santri yang belum mendaftar, menurut Ustadz Abdul Rohman dapat mendaftar langsung saat acara. **

TEKS : TIM REDAKSI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *