Semua Pihak Harus Bersatu, Wujudkan Pilkada Damai 2018

MURATARA   I  KSOL – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 akan digelar serentak pada tanggal 27 Juni mendatang, di 171 daerah di Indonesia, terdiri dari 13 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

Terkhusus di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sebanyak sembilan kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak, termasuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.

Sembilan daerah tersebut yakni Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kota Prabumulih, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Empat Lawang.

Saat ini, seluruh pasangan calon tengah melaksanakan kampanye, suhu politik pun mulai menghangat. Wajar, karena masing-masing pasangan calon ingin memenangkan pertandingan.

Tak heran, para tim pemenangan pun sibuk merayu masyarakat, berbagai macam cara dilakukan agar masyarakat menjatuhkan pilihan kepada jagoan mereka pada hari pencoblosan nanti.

Sayangnya, terkadang tim sukses menghalalkan segala cara agar bisa memengaruhi emosi pemilih, untuk memenangkan jagoan mereka dan mengalahkan pasangan calon lainnya.

Mulai dari menyebarkan berita-berita hoax tentang lawan politik, melempar isu-isu berbau sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta praktik money politics atau politik uang.

Hal ini tentu dapat mencederai demokrasi di Indonesia, dan akan menimbulkan konflik di masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau agar tidak mudah terpengaruh dengan berbagai aksi busuk para tim sukses pasangan calon.

Seluruh elemen masyarakat harus bersatu dan bersinergi menciptakan pelaksanaan Pilkada yang damai dan berintegritas untuk mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya.

Ketua Komisioner KPUD Kabupaten Musi Rawas Utara, Agus Maryanto pernah mengatakan seluruh pihak terkait harus bahu-membahu menciptakan pelaksanaan Pilkada yang damai.

Agus juga berharap, masyarakat dapat berpartisipasi secara maksimal untuk mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini, dengan cara menggunakan hak suaranya berdasarkan hati nurani.

“Jangan sampai ada yang tidak memilih, mari kita manfaatkan hak suara kita di Pilkada 2018 ini. Selain itu, kita tidak boleh terpengaruh dengan berita hoax, isu SARA dan politik uang,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas Utara, H Ikhsan Baijuri juga pernah menuturkan, sebagai wujud dari bangsa yang bermartabat dan religius adalah cinta damai.

Terkhusus dalam konteks kerukunan umat beragama, hal paling utama yang harus dijunjung tinggi ialah kedamaian. Karena katanya tidak ada agama yang mengajarkan umat berkonflik.

Ikhsan juga berharap, masyarakat jangan langsung percaya berita-berita hoax seputar Pilkada, terutama yang cenderung adu domba, karena bisa jadi informasi tersebut merupakan fitnah.

“Sebagaimana kita ketahui, dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 191 sudah dijelaskan, ‘alfitnatu asyaddu minal qatli’, artinya fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro selalu menghimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam Pilkada dan seluruh elemen masyarakat, bahwa Pilkada damai adalah harga mati.

Poin penting untuk mewujudkan Pilkada damai yakni, kampanye cerdas anti SARA dan hoax, berpesta demokrasi dan menjaga NKRI, berpolitik cerdas tanpa politik uang, serta menyambut demokrasi yang jujur dan adil.

“Kepada calon dan tim, saya berharap agar jangan menghalalkan segala cara untuk menang, hindari kampanye negatif dan provokatif, hindari politik uang, hindari politisasi SARA, hormati pilihan orang lain yang berbeda,” himbaunya.

Jika menang, harus merangkul yang kalah dan tunaikan janji-janji sewaktu kampanye. Jika kalah, harus berlapang dada dan sejukkkan pengikutnya untuk menerima kekalahan, karena Pilkada damai harga mati.

TEKS : RAHMAT AIZULLAH




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *