Mantan Wali Kota Palembang dukung Sarimuda-Rozak


PALEMBANG   I  KSOL  — Selain petinggi partai pengusung pasangan Sarimuda-Abdul Rozak, salah satu tamu yang hadir pada peresmian Posko Pemenangan SMART (Sarimuda-Abdul Rozak Tangguh) Selasa (10/4) adalah mantan Walikota Palembang 2 periode, Eddy Santana Putra (ESP) yang datang bersama istrinya, Eva Ajeng. Tamu yang hadir banyak  yang antusias bersalaman dan berselfi dengan mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel itu.

Dalam acara pengukuhan pengurus Posko Smart tersebut kembali ESP secara blak-blakan mengutarakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Harno-Fitri selaku Walikota dan Wakil Walikota Palembang.

Menurutnya pembangunan berkelanjutan dari walikota sebelumnya, jika seorang walikota itu pintar dia cukup buka Perda, semua tertulis dengan jelas dan detil. Misalnya pembangunan turap di sepanjang Sungai Musi tekadkan tiap tahun minimal 200 meter bertambah. ”Namun sekarang mana ada pertambahan pembangunan turap itu,” kata ESP kecewa.

Hal itulah salah satu faktor yang membuat ESP kecewa. Semua apa yang telah dirintisnya sehingga Kota Palembang menjadi terkenal, kini semua mengalami penurunan.

Transmusi hampir rubuh (bangkrut) karena banyak armadanya sudah tidak bisa jalan lagi. Masih menurut ESP, tiap hari petugas DKK (dinas kebersihan kota, Red) melapor kepadanya honor mereka 3 bulan belum dibayar. “Ibu-ibu ngeluh anaknyo masuk SMP bayar Rp4 juta, SMA bayar Rp10 juta…aku ngomong mak itu ado yang nyeletuk Rp15 pak SMA 1. Apolagi SMA sini (SMAN 17, red) biso Rp25 juta..Saya tidak ingin seperti itu,”kata Eddy Santana Putra dengan mimik serius.

ESP menyatakan apabila masalah pendidikan dan kesehatan sudah dihandle pemerintah tentu dalam suatu keluarga tidak akan terlalu menjadi beban lagi.” Makanya jika Pak Sarimuda jadi Walikota, pendidikan gratis dan pengobatan gratis kembali diwujudkan seperti masa saya dulu,” kata ESP.

Sebab menurut ESP, anggarannya semua ada. Mengapa bisa terjadi? karena dikorup duitnya. Apalagi ada jual beli jabatan terjadi.” Ingin jadi camat nyetor jadi sekcam nyetor, ingin jadi lurah nyetor, ingin jadi seklur nyetor?” kata Eddy yang disambut tertawa hadirin.

Bahkan dalam kesempatan itu, ESP juga menyinggung Harno yang selalu koordinasi dengan Romi Herton semasa hidup saat di penjara LP Sukamiskin Bandung.  “Pernah saya tanyakan dengan yang sekarang (Harno, Red)..awak ni  walikota bukan …ngapo kau ngelapor kesano…kan kau yang neken…walikota berlakulah selaku walikota,”beber mantan Walikota Palembang 2 periode ini diatas panggung.


ESP menegaskan agar warga  jangan salah pilih pemimpin Kota Palembang periode 2018-2023. “Mari kita rapatkan barisan dan bulatkan tekad nurani kita untuk memilih pasangan Sarimuda dan Abdul Rozak. Kenapa? Pengalaman Sarimuda 30 tahun di pemerintahan juga dari pendidikan pasangan ini juga lebih unggul..mereka lulusan S2 semua,” kata ESP.


Menurut Eddy Santana yang siang itu berpenampilan berkopiah hitam, kemeja putih serta celana warna gelap itu, menegaskan bahwa Sarimuda-A Rozak merupakan paslon terbaik. Dia mengatakan sekarang ingin menghapuskan dosa-dosa.” Beliau ini (Sarimuda) kan menang (pilwako 2013, red) ..menang 700 suara tapi dimalingi disano sini jadi tinggal 8 suara kemudian di MK disogok Rp20 miliar. Laju bebalik (Sarimuda) jadi kalah 28 suara… Ini (Harno) bagian dari itu, jangan kamu pilih,” kata ESP dengan tegas.

Di penghujung arahannya, ESP mengajak merapatkan barisan mendukung paslon nomor urut 2. ” Orang yang terzholimi , orang yang teraniaya (Sarimuda)  mari kita doakan agar diangkat derajatnya oleh Allah Swt,”kata Eddy.

Sebelumnya di tempat yang sama, Sarimuda menyatakan apresiasi dan salut terhadap ESP karena dukungannya kepada paslon nomor urut 2 (Sarimuda-Rozak) membuatnya mendapat teguran keras dari PDI perjuangan. Partai banteng moncong putih itu gusar karena ESP yang merupakan kader PDI Perjuangan seharusnya mendukung Harno-Fitri sesuai garis partai. Namun ESP tidak gentar bahkan dirinya menyatakan siap dipecat atas tindakannya mendukung Sarimuda-Rozak.

TEKS / EDITOR : TIM KSOL I  FOTO  : DOK. KSOL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *