Diduga perkosa gadis, dua pemuda ditangkap polisi

MUSI RAWAS   I  KSOL – Sungguh bejat yang dilakukan DP (17), warga Desa Suko Warno, Kecamatan Suka Karya, dan AH (23), warga Desa Darma Sakti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas.

Pasalnya, kedua pemuda berperilaku seperti hewan itu telah memperkosa seorang gadis belia berusia 14 tahun, warga Desa Suko Warno, Kecamatan Suka Karya, secara bergiliran hingga berkali-kali.

Kedua tersangka itu ditangkap polisi saat tengah menyekap korban di sebuah kosan di Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1, Kota Lubuklinggau, Selasa siang (3/4/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua tersangka itu memperkosa korban sejak tanggal 30 Maret 2018 sampai dengan tanggal 1 April 2018 di tempat yang terpisah-pisah.

Pada tanggal 30 Maret 2018, sebelum memperkosa korban, tersangka AH dan DP mencekoki korban dengan narkoba jenis sabu, sehingga korban mabuk dan tak sadarkan diri.

Saat tak sadarkan diri, korban dibawa oleh AH dan DP ke sebuah gubuk proyek di Desa Suka Mulya, Kecamatan Tuah Negeri. Di sana korban disekap dan diperkosa sebanyak tiga kali.

Pertama kali yang melampiaskan nafsu bejad adalah AH, dilakukannya sebanyak dua kali, yakni pada pukul 01:00 WIB dini hari, dan pukul 07:00 WIB pagi. Setelah AH puas, sekira pukul 18:00 WIB sore, giliran DP melampiaskan nafsu bejatnya.

Keesokan harinya pada tanggal 31 Maret 2018, korban dibawa ke rumah salah seorang warga bernama Hendri di Desa Suka Mulya. Di sana korban kembali diperkosa secara bergiliran, pertama pada pukul 05:00 WIB pagi dan kedua pukul 13:00 WIB siang.

Lalu keesokan harinya lagi, pada tanggal 1 April 2018, korban dibawa ke rumah salah seorang warga lainnya bernama Agung, dan di sana korban kembali diperkosa pada pukul 14:00 WIB siang dan pukul 16:00 WIB sore.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasatreskrim AKP Wahyu mengatakan penangkapan terhadap kedua tersangka dilakukan atas laporan dari orang tua korban.

“Karena selama empat hari anaknya tidak pulang ke rumah, kemudian pihaknya mencari informasi keberadaan anaknya, rupanya dibawa oleh AH dan DP ke Kota Lubuklinggau,” ungkap Kasatreskrim, Rabu (4/4/2018).

Mendapat informasi itu orang tua korban dan keluarganya melapor ke kantor Polres Musi Rawas. Setelah itu, polisi langsung melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka.

“Saat ditangkap, korban sedang bersama dengan kedua tersangka. Hasil pemeriksaan, korban sudah diperkosa secara bergantian di bawah pengaruh obat terlarang jenis sabu,” katanya.

Kasatreskrim juga menegaskan, tidak menutup kemungkinan perkara ini akan dikembangkan, karena dari hasil pemeriksaan kemungkinan ada tersangka lainnya yang terlibat dalam pemerkosaan tersebut.

“Untuk pasal yang disangkakan yakni pasal 81 dan pasal 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014 pengganti undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya.

TEKS : TIM KSOL I  EDITOR : TIM KSOL I  FOTO  : DOK. KSOL/detik.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *