Jembatan Endikat Pagaralam segera Diperbaiki, Tapi jangan ditutup dulu

PAGARALAM   I   KSOL  — Perbaikkan Jembatan Endikat yang selama ini didambakan masyarakat Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat akan segera dilakukan pihak Direktorat Jenderal Bina Marga malalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (SKPJN) Wilayah II Provinsi Sumsel dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan surat permohonan pihak Satker PJN nomor UM.01.03/PJN.WIL.II.55/044 kepihak Kabupaten Lahat yang meminta agar pihak pemerintah dapat menutup akses jalan Lahat-Pagaralam untuk sementara selama perbaikkan jalan dilakukan.

Surat edaran tersebut menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat Kota Pagaralam. Pasalnya jika dalam massa perbaikkan Jembatan Endikat ditutup total maka akan ada pihak-pihak yang dirugikan.

Pasalnya jika harus lewat akses jalan altetnatif yaitu jalan Gumay kendaraan dengan tonase tinggi dipastikan tidak akan bisa lewat jalur tetsebut.

Informasi yang dihimpun, Minggu (18/3/2018) menyebutkan, sejak surat ederan Satker PJN Wil II tersebut beredar di media sosial banyak tanggapan pro dan kontra dari masyarakat Pagaralam.

Pasalnya jika akses tersebut ditutup total maka akan banyak kegiatan tranfortasi menuju dan dari Kota Pagaralam terhambat.

Yudi Hartensi salah satu pengusaha material Kota Pagaralam mengatakan, jika saat perbaikkan jembatan endikat akses jalan akan ditutup total maka kendaraan bertonase tinggi akan lewat jalur mana.

“Jika jalan ini ditutup total truk dan fuso lewat mana. Karena jika harus lewat jalur alternatif ada beberapa titik yang tidak bisa dilalui kendaraan tersebut,” katanya.

Hal senada dikataka Fandri, pihaknya meminta agar akses jalan jangan ditutup total. Pasalnya banyak kendaraan tonase tinggi yang akan lewat jalur tersebut.

“Jika akses ini ditutup total angkutan BBM, material, sembako dan sayur yang akan menuju Palembang dan masuk ke Kota Pagaralam harus lewat mana. Kita khawatir jika harus lewat jalur Kabupaten Empat Lawang harga sembako akan naik karena pasti biaya angkut akan bertambah,” jelasnya.

Sementara itu salah satu anggota DPRD Kota Pagaralam, Jenni Alnabi Harlin mengatakan, melihat kondisi tersebut pihaknya meminta Pemkot Pagaralam meminta surat resmi yang sama dengan Kabupaten Lahat untuk Kota Pagaralam.

Pasalnya jika jalan tersebut ditutup total yang akan merasakan dampaknya yaitu masyarakat Kota Pagaralam.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Pagaralam masalah ini. Jika memang surat untuk Pemkot ada maka akan kita bahas.

Masalahnya yang sangat merasakan dampak jika jalan ini ditutup bukan masyarakat Lahat namun masyarakat Pagaralam.

Pasalnya ini merupakan jalur utama masyarakat Pagaralam untuk keluar masuk ke kota Pagaralam,” katanya.

Pasalnya jika jalan tersebut ditutup total maka akan banyak kendaraan pengangkut yang harus beralih jalur. Bahkan harus lewat jalur yang lebih jauh, karena untuk lewat jalur alternatif, kendaraan dengan tonase tinggi tidak memungkinkan. Pasalnya ada beberapa titikdijalur alternatif Gumay Ulu yang sangat berbahaya jika dilalaui kendaraan tonase tonggi.

TEKS : Sripo.com

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *