Insan Madani Sriwijaya Diresmikan, Syeh Ahmad : Rumah Tahfidz datang, maksiat menghilang

Ustadz Ahmad Fauzan Yayan, SQ memberi sambutan pada peresmian Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Insan Madani Sriwijaya Palembang, Ahad 18-03-2018. Tampak Syeh Ahmad Al-Misri duduk bersama Drs Yuprizal, Ketua LPI Islam Insan Madani Sriwijaya (pakai sal hitam), Ustadz Jaelani (sal putih) dan Ustadz Ainul Yaqin (jaz dan peci hitam).

PALEMBANG  |  KSOL – Gaung pengaderan penghafal quran (hafidz) di Sumsel terus berjalan.  Ratusan rumah tahfidz (rumah calon penghafal quran) kian bertumbuh. Syekh Ahmad Al Misri, ulama dari Mesir dalam beberapa kesempatan di Palembang saat memberi tausiyah menyebutkan, rumah tahfidz seharusnya tidak hanya puluhan, tapi ratusan bahkan jutaan rumah tahfidz tumbuh di Sumsel.

Bila di sebuah wilayah ada rumah tahfidz menurut Syah Ahmad Insya Allah kemaksiatan di lokasi itu akan hilang. Sebab cahaya Al-quran akan melibas kemaksiatan.  Rumah Tahfdiz, bersama santri dan pengelolanya selalu beserta Allah, sehingga bila hal itu terus menenerus di gaungkan secara perlahan kemaksiatan akan hilang.

Syeh Ahmad kemudian mengisahkan kiat dakwahnya saat dirinya berada di Jakarta. Ketika itu Syeh Ahmad dihadapkan pada ragam tantangan berupa kemaksiatan di sebuah wilayah.

“Saya punya pengalaman di sebuah daerah di Jakarta. Di situ  ada kemaksiatan. Tapi di kawasan itu kemudian didirikan lembaga pendidikan islam, dan salah satunya menghafal quran. Kami terus berdakwah. Kami tidak pernah melarang mereka berbuat maksiat, kami juga tidak pernah mengajak mereka untuk bergabung dengan kami. Tapi kami hanya berdoa kepada Allah agar mereka dibukakan pintu hatinya agar mendapat hidayah. Kami terus menjalankan dakwah. Alhamdulillah, kemasiatan itu secara perlahan kemudian hilang dengan sendirinya Bahkan diantara mereka tertarik dan membantu tumbuhnya gerakan dakwah yang kami lakukan, Allahu Akbar!,“ ujarnya saat peresmian Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Insan Madani Sriwijaya Palembang, di Jalan Sukatani Kecamatan Sako Palembang, Ahad (18/3/2018).


Pengalaman ini menurut Syeh Ahmad menjadi tantangan sekaligus peuang bagi setiap RT, RW yang belum ada Rumah Tahfidz agar didorong mendirikan Rumah Tahfidz. Sebab di manapun wilayahnya, jika di daerah itu ada rumah tahfidz Insya Allah kemaksiatan akan hilang. “Allah akan senantiasa menolong kita, Allah akan bersama para penghafal quran untuk kemudian memberi hidayah kepada orang yang bermaksiat, dan kembali ke jalan kebenaran,” ujarnya.

Syeh Ahmad Al Misri, foto bersama usai peresmian Lembaga Pendidikan Islam Insan Madani Sriwijaya Palembang


Pada kesempatan itu, Syeh Ahmad juga mengajak kepada para tamu agar membantu keberlangsungan rumah tahfidz, agar rumah tahfdiz ini terus berjalan sebagaimana harapan.

“Membantu rumah tahfid, mewakafkan tanahnya, atau mendonasi sebagian harta yang kita miliki untuk rumah tahfidz, Insya nilai pahalanya akan disejajarkan oleh Allah dengan para penghafal quan. Kalau kita tidak mampu menghafal quran karena sibuk, atau merasa tidak mampu, bantulah rumah tahfidz dan santruinya, Insya Allah pahala yang kita peroleh akan sama dengan pahala para penghafal quran,” tegasnya.

Ustadz H Ahmad Fauzan Yayan, SQ,  Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Kiai Marogan Palembang menyatakan, rumah tahfidz terbuka untuk segala umur. Disinilah yang membedakan antara Taman Pendidikan Al-quran (TPA) dengan rumah tahfidz.

“Kalau rumah tahfidz, segala umur masuk, dari umur lima tahun sampai yang lima puluh tahun semua masuk. Tapi kalau TPA mungkin bapak dan ibu agak agak malu kalaau belajar di TPA, karena biasanya kalau TPA kan anak-anak. Kalau rumah tahfidz tebuka untuk umur dan untuk semua umur. Jadi silakan ikut belajar di rumah tahfidz ini, “ ujarnya.

Lembaga Pendiidakn Islam Madani Sriwijaya merupakan wakaf dari keluarga Drs Yuprizal, MM,  salah satu Kepala  SMP Negeri di Palembang. Di lembaga memprogramkan rumah tahfdz, TK tahfidz, dan Bimbel Al-quan. Sebagai pimpinan rumah tahfidz LPI Insan Madanai Sriwijaya ini dipecayakan kepada Ustadz Ahmad Jaelani, yang sebelumnya pernah ikut mengelola Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Palembang.

Acara  yang dihadiri santri rumah tahfidz di Palembang dan para ustadz ini, ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Syeh Ahmad Al Misri dan Ustadz Ahmad Fauzan Yayan.SQ disaksikan warga setempat. Selain itu dilakukan serah terima rumah tahfidz dari Ketua LPI Insan Madani Sriwijaya, Drs. Yuprizal, MM kepada Ustadz Ahmad Jaelani, S.Pd.I. sebagai pengelola.

TEKS / EDITOR : IMRON SUPRIYADI  |  FOTO : DOK.LPI-IM SRIWIJAYA/YUPRIZAL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *