Sungai Rawas meluap, sebagian Muratara terdendam air

MURATARA  | KSOL – Meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang mengguyur Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), membuat sejumlah wilayah terendam banjir.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Rawas kembali dibuat cemas. Pasalnya, bencana banjir mulai menghantui mereka. Hingga hari ini, kondisi banjir masih bertahan, bahkan berpotensi meningkat.

Pantauan di lapangan, Minggu (11/3/2018), wilayah yang terendam banjir ialah Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir. Sejumlah wilayah di dua kecamatan tersebut sudah merasakan dampak dari luapan Sungai Rawas.

Menurut salah seorang warga Ibukota Kecamatan Karang Dapo, Zamzami (30) mengatakan, banjir sudah merendam jalan raya dan pemukiman penduduk sejak dua hari yang lalu.

“Setiap tahun memang sering terjadi banjir, karena wilayahnya berada di pinggiran sungai, kalau sungai meluap, pasti banjir, jadi masyarakat sudah terbiasa,” katanya.

Terpisah, Supriyadi (25), warga Ibukota Kecamatan Rawas Ilir menuturkan ketinggian banjir bervariasi, mulai dari setinggi lutut orang dewasa hingga mencapai 1 meter lebih.

“Tentu dampak dari banjir ini aktivitas masyarakat menjadi terganggu, belum lagi berbagai penyakit bisa mengancam masyarakat, terutama anak-anak yang daya tahan tubuhnya rendah,” kata dia.

Sementara, Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni menghimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap bencana banjir, karena wilayah Kabupaten Muratara merupakan daerah berpotensi tinggi terjadi banjir.

“Kami menghimbau warga tetap menjaga anak-anaknya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, pastikan juga kabel listrik di rumah tidak ada yang telanjang dan terendam air,” imbaunya.

Masyarakat juga diminta untuk terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan, Desa dan Kelurahan setempat, sehingga semua permasalahan bisa diatasi dengan cepat.

“Jika ada kondisi yang kurang baik, warga dianjurkan untuk berkonsultasikan secepatnya kepada Camat, Kades maupun Lurah setempat, terkait apa yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat menambahkan, Pemerintah Kabupaten Muratara sudah menginstruksikan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersiaga dalam menangani banjir.

“Ketiga OPD itu yakni Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” kata Syarif Hidayat, melalui Bagian Humas dan Protokol Pemkab Muratara.

Ketiga instansi terkait itu diminta untuk terus berkoordinasi dengan Camat, Kepala Desa dan Lurah setempat, sehingga langkah konkrit dalam menangani banjir dapat terlaksana dengan baik.

Jika warga mulai terserang penyakit, maka Dinas Kesehatan segera mendirikan posko pengobatan di wilayah yang terkena banjir. Setidaknya Pustu maupun Polindes tetap siaga dengan ketersediaan obat-obatan.

Begitu juga Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah agar tetap siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat, karena bahaya bisa datang kapan saja.

TEKS/FOTO : R. AIZULLAH  |   EDITOR : TIM KSOL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *