Kabupaten Muratara Surplus Beras Lebih dari 4000 Ton

MURATARA  I  KSOL – Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) pemekaran dari kabupaten induk Musi Rawas, terus meningkatkan pembangunan. baik infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik, sarana air bersih, fasilitas pendidikan dan kesehatan, maupun bidang ekonomi.

Khususnya pertanian, salah satu komoditi yang terus digalakkan pertumbuhannya Pemerintah Kabupaten Muratara, melalui Dinas Pertanian adalah komoditi padi.

Luasnya lahan pertanian di Kabupaten Muratara masih banyak yang bisa dioptimalkan untuk penanaman padi. Terlebih lagi salah satu visi Bupati dan Wakil Bupati; pemanfaatan lahan terlantar atau lahan tidur.


Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musirawas dan Muratara dan Dinas Pertanian Muratara terlihat produksi padi di Muratara mengalami peningkatan lebih dari 12.000 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Sementara berdasarkan angka tetap tahun 2016, produksi padi di Muratara sebesar 22.332 ton GKP, sedangkan angka tetap tahun 2017 adalah sebesar 34.446 ton GKP.

‌”Peningkatan produksi ini karena bertambahnya luas tanam dan luas panen di Muratara, jadi beberapa lahan terlantar sudah mulai kita manfaatkan untuk menanam padi,” kata Kepala Dinas Pertanian Muratara, Ir Suhardiman.

Senada diungkapkan Kepala BPS Musirawas-Muratara, Aidil Adha produksi padi di Kabupaten Muratara pada 2017 mengalami kenaikan, sehingga jumlah beras di kabupaten ini surplus.

Menurut Aidil, pada 2015, Kabupaten Muratara mengalami defisit beras hampir 9000 ton. Kemudian di tahun 2016 masih mengalami defisit 6000 ton. Namun di tahun 2017 akhirnya bisa surplus lebih dari 4000 ton.

Sementara konsumsi beras perkapita pertahun sebesar 91,41 kilogram pada tahun 2017, sehingga kebutuhan beras di Kabupaten Muratara adalah sebanyak 17.151,7 ton beras.

“Nah untuk produksi padi di tahun yang sama sebesar 34.446 ton. Jika dikonversi ke beras sebesar 21.611,4 ton beras, berarti Kabupaten Muratara surplus 4.458,7 ton beras,” jelas Aidil.

Bupati Muratara, H M Syarif Hidayat mengatakan, bersyukur karena dalam 2 tahun kepemimpinnnya sudah berhasil meningkatkan produksi padi melalui pemanfaatan lahan terlantar.

“Alhamdulillah, Kabupaten Muratara yang masih berusia empat tahun ini, sudah bisa swasembada beras, malahan surplus 4000 ton lebih,” katanya.

Bupati menargetkan, kedepan produksi padi di Kabupaten Muratara semakin meningkat, melalui pemanfaatan lahan terlantar serta teknologi yang tepat guna, sehingga diharapkan Muratara akan surplus beras lebih besar lagi.

“Kepada dinas terkait saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya, namun jangan langsung berpuas diri atas hasil ini, karena masih banyak lahan-lahan yang bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Bupati juga berharap kepada masyarakatnya agar tidak menghilangkan budaya bertani. Karena hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri.

“Mari bergandengan tangan untuk mewujudkan Muratara Bangkit, serta mendukung program swasembada pangan yang digalakkan oleh Presiden Joko Widodo,” pungkasnya.

TEKS / FOTO :




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *