Sering Dipukul Bapaknya, Bocah 13 Tahun Tetap Sekolah dalam Kondisi Tangan Patah

MURATARA  I  KSOL   – Meski dalam kondisi tangan patah, namun Alvin, bocah berusia 13 tahun tetap semangat pergi ke sekolah untuk mengenyam pendidikan.

Siswa kelas 1 SMP Negeri Karang Dapo ini merupakan warga RT 04 Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Tangan Alvin mengalami patah tulang karena katanya sering dipukuli oleh bapaknya. Namun hanya disembuhkan dengan pengobatan tradisional.

Terakhir, Alvin dipukul bapaknya menggunakan alat pengayuh perahu. Akibatnya tangan sebelah kirinya semakin membengkak.

Tidak kuasa melihat penderitaan yang dialami Alvin, membuat warga setempat melaporkan kejadian ini kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP3A) Kabupaten Muratara.

Rabu (28/02/2018), Pemerintah Kabupaten Muratara, melalui Dinas PMDP3A, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan didampingi Koordinator P2TP3A, pihak kepolisian, tokoh masyarakat, mengadakan perundingan mencari solusi terbaik untuk menyelamatkan Alvin dari kekerasan yang dialaminya selama ini.

Alvin merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, sementara dua adik perempuannya masih berumur 12 tahun dan umur 3 tahun.

Mirisnya lagi, kedua orang tua Alvin sudah bercerai setahun yang lalu. Kini, Alvin dan kedua adiknya tinggal bersama bapaknya di Karang Dapo.

Selama ini, Alvin menjadi tulang punggung keluarga, karena bapaknya tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap.


Sehari-harinya, Alvin lah yang mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidup, dengan cara mencari ikan di sungai dan memetik sayur pakis untuk dijual.

Menurut informasi warga setempat, bapak Alvin adalah sosok orang tua yang tempramental. Karena hampir setiap hari memarihi dan memukuli anaknya.

“Bapaknyo tu memang kalu bahasa kami ini agak kurang secanting, agak kurang waras lah, anak-anaknyo ini lah sering dipukul,” ujar warga, sembari meminta namanya tidak ditulis.

Lebih kejam lagi, adik perempuan Alvin pun pernah juga direndam di dalam bak mandi oleh bapaknya. Bahkan kedua orang tuanya itu bercerai lantaran bapaknya sering memukuli ibunya.

“Lah neman kami dikepuk, adek aku jugo neman dikepuk, direndam di bak jugo sudem adek aku,” ujar Alvin, sambil menangis tersedu-sedu.

Sementara, Koordinator P2TP3A Kabupaten Muratara, Rudi Hartono mengatakan, setelah mendapat informasi dari masyarakat pihaknya langsung kroscek ke lapangan untuk melihat kondisi Alvin.

“Ternyata benar, anak ini sudah sering dipukuli bapaknya, bahkan berdasarkan cerita dari anggota kita, waktu kejadian terbaru ini, si Alvin ini dipukul dan dikejar sampai lari ke hutan, warga yang mencarinya, kakinya digigit pacat semua,” ungkap Rudi Hartono.

Lanjut Rudi, saat ini pihaknya dan Pemerintah Kabupaten Muratara tengah berupaya menyelamatkan Alvin dan kedua adik perempuannya, agar tidak terjadi lagi kekerasan yang dilakukan bapak kandungnya tersebut.

“Jangan sampai ketiga anak ini mengalami kejadian yang sama kedepannya. Makanya mereka cepat-cepat kita selamatkan,” kata Rudi.

Selain menyelamatkan ketiga anak malang itu, Koordinator P2TP3A dan Pemkab Muratara juga berencana akan merehabilitasi bapak Alvin yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut.

“Anaknya kita selamatkan, nah bapaknya ini juga akan kita usahakan ada pengobatan secara medis. Karena kalau tidak, takutnya berdampak di lingkungan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

TEKS  :   TIM KSOL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *