Kasus penembakan Yupirza belum tuntas,  warga Muratara akan protes lagi

MURATARA  I  KSOL  – Polda Sumatera Selatan belum menanggapi tuntutan masyarakat tentang peristiwa penembakan oleh oknum polisi dari Polres Musi Rawas, yang menewaskan Yupirza (33), pada tanggal 14 November 2017 silam.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat menuntut keadilan kepada institusi Polri, karena tindakan aparat kepolisian yang menembak Yupirza kala itu dinilai merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

Karena itulah, masyarakat Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali merapatkan barisan, demi menegakkan keadilan di muka bumi ini.


“Kami kembali merapatkan barisan, karena tuntutan kami tak kunjung ditanggapi, tuntutan kami terkesan diabaikan,” tegas Ardiansyah, perwakilan dari masyarakat, Kamis (01/03/2018).

Padahal kata Ardiansyah, masyarakat telah mengirimkan surat laporan kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan telah diterima pada tanggal 15 Desember 2017, dengan Nomor Registrasi : 2296/7/RES/XII/2017/Kompolnas.

Bahkan telah disampaikan permohonan klarifikasinya sesuai Surat Ketua Kompolnas Nomor : B-2296/B/Kompolnas/12/2017, tanggal 29 Desember 2017, kepada KA Polda Sumsel untuk ditindaklanjuti secepatnya.

Namun sampai saat ini tugas yang telah diinstruksikan Kompolnas kepada Polda Sumsel tersebut belum juga dilaksanakan. Hal ini membuat kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri semakin luntur.

hostingsatu.co.idMaka dari itu, masyarakat Karang Anyar akan mengambil langkah selanjutnya, dengan menyurati bahkan mendatangi kembali Kompolnas dan melaporkan bahwa Polda Sumsel belum melaksanakan tugas yang telah diinstruksikan Kompolnas.

“Dalam waktu dekat ini, kalau Polda Sumsel belum menanggapi juga, maka masyarakat akan mendatangi dan melapor kembali ke Kompolnas,” kata Ardiansyah.

Sementara, salah seorang tokoh pemuda Karang Anyar, Susanto menambahkan, Polda Sumsel selaku penegak hukum yang berwenang di wilayah Provinsi Sumsel harusnya tanggap melayani dan mengayomi masyarakat.

“Mana yang katanya Polri itu melayani dan mengayomi masyarakat, kini masyarakat menuntut keadilan, karena kasus ini kami nilai sangat tidak manusiawi, Polri harusnya jaga kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.

TEKS : T PAMUNGKAS / TIM KSOL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *